Beredar Video, Tim Medis RSUD HIS Tangani Jenazah Berstandar Covid-19

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Pagi tadi warga Kabupaten Kutai Barat dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial (Medsos) Facebook, disebabkan salah satu pasien rujukan Klinik Balai Pengobatan Barong Tongkok, meninggal dunia di RSUD Harapan Insan Sendawar, Senin (27/4/2020).

Kehebohan warga dikarenakan pihak rumah sakit daerah ini menangani jenazah dengan mengunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar penanganan pasien terpapar Covid-19, karena pasien tersebut dinyatakan masuk kategori sebagai Pasien Dalam Pengawasan atau PDP.

“Dia masuk ke HIS dengan keluhan sesak napas, masuk kategori PDP,” jelas Direktur RS HIS, dr Akbar, saat dikonfirmasi wartawan hari ini sekira pukul 09.30 Wita.

Menurut Dokter Akbar, pasien tersebut berusia 55 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Pasien tersebut mengaku sebagai pelaku perjalanan dari Kota Bogor yang termasuk zona merah sebagai daerah terpapar virus corona.

Pasien masuk ke HIS pada Minggu, 26 April 2020 sekira jam 12 malam. Kemudian langsung ditetapkan sebagai PDP Covid-19. “Tapi dini hari tadi pasien tersebut meninggal dunia. Karena PDP, langsung kita makamkan pagi ini sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekda Kubar Yacob Tullur selaku Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 wilayah ini, membenarkan kejadian itu. Namun, pasien tersebut belum masuk daftar PDP yang tercatat di Gugus Tugas atau ruang karantina di Asrama Paskibra dan Pramuka.

Dijelaskannya, pasien tersebut sebelumnya telah tiga hari dirawat di klinik pengobatan di kawasan Busur, Barong Tongkok. Karena keluhan sesak napas tidak ada perubahan, dan tampak parah, maka dirujuk ke HIS.

“Pasien meninggal bukan warga kita, hanya saja bekerja disini jadi berdomisili di salah satu kampung di Kecamatan Barong Tongkok,” tegas Yacob Tullur seraya menunjukkan sejumlah data terkait pasien.

Untuk diketahui, Infografis Covid-19 wilayah Kaltim pertanggal 26 April 2020, dengan sebaran kasus positif di Kubar membawahi dari Kabupaten Paser Penajam Utara 14 kasus, Balikpapan 27 kasus, Samarinda 15 kasus, Bontang 9 kasus, Berau 7 kasus, Paser 6 kasus, dan Mahulu 0 kasus.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Bagikan:

Related posts