Ketua Komisi III DPRD Bontang Kecewa, Pengelola BCM Tak di Tempat

Ketua Komisi III DPRD Bontang Kecewa, Pengelola BCM Tak di Tempat

BONTANG, Swarakaltim.com – Ketua Komisi III, Amir Tosina, mengaku kecewa saat menggelar inspeksi mendadak di lokasi pembangunan Bontang City Mall (BCM) di Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, terkait pengangkutan tiang pancang yang diduga menyalahi aturan.

Namun Kedatangan rombongan Komisi III tersebut, rupanya tidak semulus dalam perkiraan. Amir Tosina selaku ketua rombongan sidak, sempat emosi karena pihak pengelola yakni PT Brantas Abibraya, hanya diwakili pihak keamanan yang status hanyalah ketua RT.

Perdebatan argumen kecil tersebut sempat memanas, karena menurut polisi Gerindra ini, pihak pengelola terkesan menghindar untuk bertemu dengan pihak DPRD dan telah beberapa kali dipanggil untuk datang ke DPRD namun tak digubris.

“Bagaimana kita tidak marah. Pihak pengelola tidak berada di tempat. Hanya ketua RT yang tidak berkompeten yang bukan kapasitas untuk berbicara terkait aktivitas bongkar muat tiang pancang,” ujar Amir Tosina Selasa, (2/06/2020).

Sidak sendiri berakhir setelah komisi III DPRD menyebut akan kembali menjadwalkan pertemuan dengan pihak manajemen PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pembangunan BCM dalam waktu dekat ini.

“Kita tetap akan panggil pihak pengelola BCM. Ini segera diselesaikan mengingat aktivitas bongkar muat yang di lakukan pihak pengelola mengganggu aktivitas lalin,”ujarnya.

Ditambahkan, ia juga akan menelusuri dokumen kelengkapan pembangunan BCM itu. Kendati pun kita welcome dengan pihak investor yang dapat mendulang tenaga kerja lokal.

“Kami khawatir,ini ada konspirasi terkait kedatangan kami pihak DPRD, ini terkesan menghindar dari sorotan kita,”ujarnya.

Berdasarkan pantauan, beberapa staf DPRD bahkan harus memisahkan seorang ketua RT dari kerumunan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Tidak hanya itu, seorang aparat TNI juga nampak menginterupsi sidak guna meminta DPRD untuk melaksanakan sidak dengan aman dan tanpa keributan.

Terpisah, salah satu Ketua RT yang hadir yakni Ketua RT 24 Tanjung Laut Amad Jaya, menyebutkan bahwa diakui atau tidak, dirinya beserta kelima Ketua RT lainnya berperan sebagai panitia pengamanan pembangunan BCM sehingga dirinya menilai memiliki kapasitas untuk menerima kunjungan anggota DPRD tersebut.

Terlebih saat ini seluruh manajemen dan karyawan PT Brantas Abipraya tengah libur kerja akibat pandemi COVID-19. Meski demikian diakui amad, dirinya berbicara bukan mewakili manajemen perusahaan tapi sebagai ketua tim pengamanan pembangunan BCM, Ketua RT, dan tokoh masyarakat setempat. Adv/wan.

Bagikan:

Related posts