UMK 2022 di kota Balikpapan Naik, Besaran Menunggu Penetapan UMP Kaltim 2022

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja kota Balikpapan- Ani Mufidah memastikan besaran Upah Minimum Kota (UMK) Balikpapan tahun 2022 dipastikan naik. Namun untuk nominal kenaikan belum dapat disebutkan dikarenakan masih menunggu ketetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2022 yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

“Adapun syarat kenaikan UMK di kota Balikpapan tahun 2022 seperti  rata-rata pertumbuhan ekonomi tiga tahun berturut-turut lebih tinggi dari provinsi harus terpenuhi. Selain itu, angka  inflasi dikurangi pertumbuhan ekonomi masih lebih tinggi dari provinsi.Sehingga, dengan adanya persyaratan tersebut dipastikan UMK di kota Balikpapan naik. Namun masih menunggu penetapan besaran UMP Kaltim 2022,” tegas Ani. Jumat (20/11/2021).

Ani mengaku, sesuai aturan yang boleh menerbitkan UMK adalah Gubernur Kaltim. sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 ada batas atas dan batas bawah. Salah satu syarat, suatu daerah boleh mengajukan kenaikan UMK adalah masih berada di bawahnya batas atas. “Dari batas atas bawah itu nanti akan dirata-ratakan akan ketemu Upah Minimum suatu daerah. Syarat suatu daerah boleh penyesuaian Upah Minimum dari hitungan itu nanti masih berada dibawah batas atas,” tegasnya.

Program strategis nasional adalah mengeliminasi kesenjangan yang terlalu jauh antar wilayah. Jadi sekarang indikatornya kalau semakin pertumbuhan ekonomi semakin baik inflasi semakin kecil seharusnya upah minimum semakin naik. “Dulu ada beberapa daerah yang pertumbuhan ekonominya jelek, tapi UM naik tinggi,” katanya.

Ani mencontohkan Kabupaten Tangerang, angka pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja tidak baik, karena indikator hitungan semua. UMK mengikuti Jakarta Rp 4,2 juta, padahal batas atas cuma Rp 3 juta. “Dia UM ikut DKI padahal kondisi berbeda dengan DKI. Nggak bisa naik sampai nanti bisa ngejar batas atas dari formula,” tutupnya.(SIS)

Loading