Ketua Komisi III DPRD Mahulu Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan BBM Subsidi

HK: Subsidi Ongkos Angkut Speedbout Harus Diaktifkan Kembali

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Hendrikus Keling, sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa keluarga almarhum Lung Gun salah satu pejuang Veteran TNI AD asal Kecamatan Long Pahangai Mahulu.

Keprihatinan itu atas peristiwa jenazah almarhum Gun Lung yang bertolak dari RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) Kutai Barat, hendak dibawa ke Mahulu, terpaksa harus diinapkan di rakit sida pelabuhan Tering seberang. Hal itu dikarenakan Speedbout yang akan membawanya tidak mendapat BBM, Senin (7/11/2022).

“Saya sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa warga Mahulu. Problemnya BBM ini langka setiap tahunnya, dan paling parah tahun 2022 ini. Sedih warga perbatasan, ada minyak tapi harganya selangit,” ujar pria akrab disapa HK ini kepada swarakaltim.com, Selasa (8/11/2022).

HK yang juga Ketua LPADKT-KU Cabang Mahulu ini juga menjelaskan, pihaknya sudah sering membahas kelangkaan BBM ini dengan Pertamina di Samarinda dan Balikpapan. Akan tetapi kelangkaan minyak subsidi ini semakin parah dan hingga saat ini keadaannya tetap sama seperti tahun lalu.

“Kita meminta pihak pertamina menyalurkan BBM Subsidi sesuai dengan kouta kebutuhan masyarakat Mahulu agar terpenuhi. Namun tidak ada juga. Kita beli bio solar dibatasi mengisi mobil. Demikian pertalite dimana rimbanya di Mahulu ini,” cetusnya.

Untuk itu HK menegaskan, persoalan ini harus segera diatasi dan jangan biarkan berlarut-larut. Karena BBM merupakan kebutuhan dasar masyarakat disana. Sehingga DPRD akan terus berjuang agar kuota BBM di Mahulu bisa stabil, agar penyalurannya baik adil dan bisa merata.

“Apakan kita ini bukan rakyat Indonesia. Inilah bukti kita bertahan dengan NKRI harga mati. Dimana Negara ini, keadaan ini semakin parah dan menyusahkan masyarakat perbatasan,” tegasnya.

Selain itu dirinya sangat mengharapkan pelayanan Pemkab Mahulu kepada masyarakat harus ditingkatkan. Menurutnya subsidi ongkos angkut Speedbout SOA atau POA untuk jurusan hilir dari dan Long Bagun-Tering perlu dihapus.

“Subsidi ongkos angkut orang harus diaktifkan kembali. Bisa kita bayangkan kepada warga yang tidak mampu, karena charteran speedbout rute Tering-Mahulu mencapai Rp5 juta. Kemudian reguler Rp400 ribu/orang,” pungkasnya.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Publisher : Rina