Kampung Batu-batu Terpilih Sebagai Desa Cantik 2022

Foto Lita Januarti melihatkan buku hasil dari desa cantik tahun 2021 yakni diperoleh Kampung Gurimbang Kecamatan Sambaliung.

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Salah satu kampung di Kabupaten Berau masuk di 508 desa se Indonesia sebagai desa cinta statistik (desa cantik) tahun 2022. Kampung luar biasa itu ternyata Kampung Batu-batu Kecamatan Gunung Tabur. Karena kriteria yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai desa cantik status desa berdasarkan hasil Indeks Pembangunan Desa (IPD) tahun 2021 dengan kategori “Mandiri”, selain itu ketersediaan sinyal telepon yang sangat kuat dan sinyal internet 4G/3G disebagian besar wilayah daerah menjadi salah satu kriteria terpilihnya Kampung Batu-batu dan memenuhi kriteria jauh tidaknya jarak kampung tersebut dari ibu kota kabupaten.

Mengungkapkan hal tersebut Kepala BPS Berau Bahramsyah melalui Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Lita Januarti Hakim saat dikonfirmasi dikantornya Jl Mangga 2 Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (29/6/2022). “Sebelum kami menetapkan Batu-batu, ada empat (4) kandidat kampung lainnya yang masuk kriteria yaitu Kampung Dumaring, Kampung Pandansari, Kampung Suka Murya dan Kampung Payung-payung. Kami memilih Desa Batu-batu atas dasar pertimbangan jarak tempuh yang tidak telalu jauh dari ibu kota kabupaten, yaitu dari sisi biaya menjadi alasan utama kami melilih jarak yang dekat,” jelas Lita, yang baru saja pindah jabatan itu.

Sebab tambahnya, dalam menentukan desa cantik ketersediaan anggaran yang memadai juga harus dipertimbangkan. Karena terus terang pembinaan tidak hanya sekali dilakukan, namun disesuaikan kebutuhannya dari beberapa tahapan, seperti sosialisasi, identifikasi kebutuhan desa, menggali informasi di desa tersebut dan kegiatan pembinaan yang dilakukan secara kontinu selama tahun 2022. “Sehingga jarak itu sangat berpengaruh. Kalau misalnya jarak itu tidak kami pertimbangkan, maka waktu itu tidak akan efesien, itu dari sisi jaraknya,” terang Lita. Sisi lain, masih keterbatasan anggaran yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ditanyakan berapa anggaran dari pusat, ia enggan menyebutkan lebih rinci. “Ada anggarannya namun kecil, jadi sebisa mungkin tanpa pembiayaan apapun,” ujar Lita.

Sejak ditetapkan Kampung Gurimbang menjadi desa cantik tahun 2021 lalu, terlihat hasil luar biasa dari segi manajemen data lebih baik, meningkatnya pengetahuan cara pengumpulan data sesuai konsep dan definsi yang berlaku secara nasional, tingkat kesadaran pentingnya data bagi perumusan kebijakan kampung dan literasi statistik aparat kampung yang juga meningkat. Diluar dari itu melalui Gurimbang sudah menghasilkan terbitan buku potensi sosial ekonomi Kampung Gurimbang pada saat itu. Dimana dulunya kampung tersebut memiliki banyak data yang sudah dikumpulkan di lapangan namun kebingungan ini mau diapain. “Nah, selama proses pembinaan tersebut mereka para Kaur Pemerintahan Kampung akhirnya mengetahui data tersebut dapat diolah, ditabulasi dan dianalisis sehingga dapat bermanfaat dan berguna untuk desa,” tuturnya.

Oleh karena itu, Lita berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat mendukung penuh terhadap kegiatan pembinaan desa cinta statistik. “Kami harap dengan desa cantik ini, pembinaan statistik sektoral yang dimulai dari desa itu sudah tepat. Dengan harapan memulai pembangunan berbasiskan data dari desa. Ketika Aparatur Kampung literasi statistiknya sudah bagus, Insya Allah untuk melaksanakan kegiatan program-program pembangunan yang telah di rumuskan, penyerapan anggaran, penyusunan program kegiatan kedepan, itu tinggal dijalankan karena mereka sudah punya data dan dapat mengelola data dengan baik. Karena seperti kita ketahui pembanguan tanpa data maka akan menjadi sesuatu hal sulit, semisalnya tidak punya data bagaimana aparatur kampung dapat menyusun program kegiatan. Dan tentunya dengan adanya data akan lebih mudah bagi Aparatur Kampung mengaplikasikan hal-hal yang ingin dilakukan,” pungkas Lita Januarti. (Nht/Fdl)

www.swarakaltim.com @2024