Foto Falentinus Keo Meo bersama beberapa warga usai gelar reses di Kelurahan Rinding

TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Mengisi reses perdana tahun 2023, Anggota DPRD Kabupaten Berau Falentinus Keo Meo melaksanakan hanya di dua kecamatan saja yakni Kecamatan Gunung Tabur di Kampung Samburakat RT 3 lalu Kecamatan Teluk Bayur di Kelurahan Rinding RT 2 dan RT 10. Dimana, guna memaksimalkan serapan aspirasi dari konstituen dirinya, sehingga setiap lokasi reses digelar Wakil Rakyat dari Partai Demokrat itu selalu kumpulkan 100 warga.
“Jadi dari 3 titik lokasi saya gelar reses, ada sebanyak 300 warga yang sampaikan usulan, sebab setiap titik minimal 100 orang. Dengan jumlah yang ada berarti interaksi warga dengan DPRD melalui reses kami, cukup mewakili masyarakat yang ada diwilayahnya masing masing. Artinya apapun yang disampaikan oleh 300 orang tersebut, kami anggap cukup mewakili aspirasi masyarakat sekitar wilayahnya. Saya ada di Dapil II yang meliputi Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur dan Segah,” jelas Dewan dari Komisi I DPRD Bumi Batiwakkal itu.

Foto Falentinus Keo Meo bersama beberapa warga usai gelar reses di Samburakat
Secara global tambahnya, usulan warga masih dominan infrastruktur. Namun untuk di Kampung Samburakat, karena ada beberapa wilayah diperkampungan tersebut yang belum menikmati air bersih maka meminta difasilitasi. Selain itu karena sebagian besar warga Samburakat bertani maka dominan mereka juga minta ada jalan usaha tani karena untuk sarana kekebun dan mengangkut hasil pertaniannya. Ada juga yang minta dibantu akses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, itu masih banyak kekurangannya antara kebutuhan dengan realiasi pupuk yang diedarkan di wilayah tersebut.
Kalau di Kelurahan Rinding dominasi yang diharapkan warga masih pembenahan drainase. Sebab dampaknya sangat dirasakan warga, waktu hujan kemarin banjir dimana mana. “Makanya kita susun konsep untuk menata drainasenya bersama, sebagai awalnya melalui reses perdana ini. Kita susun 3 tingakatan drainase untuk mencoba mengurai banjir di Kelurahan Rinding, yaitu deainase primer di jalan raya, drainase sekunder yaitu aliran yang akan masuk ke drainase utama, serta drainase tersier yang muncul di blok blok perumahan warga. Merealisasikan itu semua sangat kami sadari memerlukan anggaran tidak sedikit, namun berupaya kami komunikasikan. Mudah mudahan segera ada solusinya,” papar Falentinus.
Lanjutnya, ada juga usul lain dari Sambukata seperti Posyandu, bagaimana meningkatkan kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan menghidupkan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK). “Kita sudah upayakan agar BUMK ini bisa diberdayakan di kampung, makanya pemerintah kampung ini harus bersinergi dengan BUMK. Karena di Samburakat BUMK nya vakum, dan sangat disayangkan apalagi kampung berada ditengah lingkar tambang. Sebab peluangnya sangat bagus apabila bisa bersinergi dengan perusahaan yang beroperasi disekitar kampung tersebut, misal suplai kebutuhan perusahaan seperti sayur mayur, dan hal lainnya. Kalau hal itu jalan pasti bisa menjadi sumber daya kampung, yang realisasikan BUMK,” imbuh Falentinus Keo Meo. (Adv/Nht)