TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Sebagai bentuk dukungan penguatan stok pangan didaerah, Perum Bulog Cabang Berau melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) internal di gudang penyimpanan pada Jumat (23/01/2026) dan dipastikan stok Beras aman. Hal itu guna memastikan ketersediaan stok pangan di Bulog cabang Berau, Jalan Marsma Iswahyudi, Rinding, Teluk Bayur. Bulog juga memastikan, rantai distribusi akan tepat sasaran terutama dalam kondisi ekonomi yang dinamis dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Asisten Manajer Operasional Bulog Berau, Ade Anggoro, dalam wawancara dengan awak media. Wawancara ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas sidak internal Bulog yang bertujuan memastikan ketersediaan, kualitas, dan keamanan stok pangan strategis di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap stabilitas pasokan bahan pokok. Sidak tersebut sekaligus menjadi respons Bulog terhadap dinamika harga dan potensi gangguan distribusi pangan di daerah.
Ade Anggoro menjelaskan bahwa hasil sidak menunjukkan stok pangan, khususnya beras, masih dalam kondisi aman dan mencukupi. Namun demikian, ia mengakui terdapat tantangan serius pada aspek distribusi dan pengawasan yang berpotensi menimbulkan persoalan apabila tidak ditangani secara cepat dan terukur.
“Ketersediaan stok sejauh ini aman, tetapi hasil sidak juga mengingatkan kami bahwa pengawasan distribusi harus diperketat. Jangan sampai stok ada, namun penyalurannya terlambat atau tidak tepat sasaran,” ujar Ade Anggoro lagi.
Menurutnya, konflik utama yang dihadapi Bulog saat ini bukan semata pada ketersediaan barang, melainkan bagaimana memastikan distribusi juga tepat sasaran. Oleh karena itu, sidak tidak hanya bersifat pemeriksaan administratif, tetapi menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
Sebagai hasil dari sidak tersebut, Bulog Cabang Berau memutuskan untuk memperketat sistem pengawasan gudang, meningkatkan koordinasi dengan mitra distribusi, serta melakukan evaluasi berkala terhadap alur penyaluran pangan. Langkah ini diambil guna mencegah potensi penyimpangan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap peran Bulog sebagai penyangga pangan nasional.
“Kami tidak ingin sidak ini hanya menjadi formalitas. Ada keputusan konkret yang kami ambil, salah satunya memperkuat kontrol distribusi dan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Selain itu, Bulog Berau juga membuka ruang koordinasi lebih intensif dengan Pemerintah daerah dan instansi terkait agar kebijakan pengelolaan pangan dapat selaras dengan kondisi riil di lapangan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Bumi Batiwakkal.
“Melalui hasil sidak dan keputusan yang diambil, Bulog Berau berharap dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan, “pungkasnya. (Nht/Bin).