
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Agus Uriansyah, setiap agenda musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), mengapa para Wakil Rakyat turut hadir dalam jaring aspirasi masyarakat, karena berperan untuk memperjuangkan usulan yang di nilai prioritas segera di wujudkan.
“Jadi, kehadiran legeslatif di musrenbang tidak hanya sebatas mendengar dan mencatat usulan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Sebagaimana berbagai masukan dari Lurah, Ketua RT, hingga masyarakat menjadi bahan penting bagi DPRD dalam merumuskan kebijakan Pembangunan,” jelasnya dalam perbincangan di halaman kantor Camat Teluk Bayur beberapa waktu lalu.
Aspirasi yang muncul tambah Agus, mencerminkan kebutuhan riil warga yang harus diperjuangkan secara bertahap dan berkelanjutan. Selama ini dirinya bersama rekan-rekan telah melakukan berbagai upaya penanganan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya Teluk Bayur.
“Salah satu yang menjadi perhatian serius kami adalah penanganan longsor di beberapa titik yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Kami sudah membangun dan menangani beberapa titik longsor dengan nilai pekerjaan yang tidak sedikit, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tutur Dewan satu satunya asal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang berhasil duduk di singgasana legeslatif Bumi Batiwakkal tersebut .
Selain persoalan longsor, Agus juga menyoroti pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan Rinding, Teluk Bayur. Ia menyebutkan pembenahan area makam yang menjadi aspirasi warga telah diupayakan secara maksimal. Awalnya, pekerjaan tersebut direncanakan hanya berlangsung singkat, namun diperpanjang agar hasilnya benar-benar sesuai harapan masyarakat.
“Permintaan awalnya hanya dua hari, tapi alat berat akhirnya difungsikan sampai belasan hari demi hasil yang maksimal. Langkah-langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami selaku Wakil Rakyat terhadap masyarakat,” imbuhnya lagi.
Pandangan DPRD, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbuat. Justru dalam kondisi efisiensi, diperlukan inovasi dan kreativitas agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani. Oleh sebab itu pentingnya kolaborasi antara DPRD, Pemerintah daerah, kecamatan, lurah, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi yang kuat akan mempercepat realisasi program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada APBD. Kita harus mampu mencari solusi dan berinovasi tanpa membebani keuangan daerah. Kalau kita bekerja bersama, gotong royong, hasilnya pasti lebih terasa bagi masyarakat,” kata Agus yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Kota Sanggam itu.
Agus berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan Masyarakat melalui Kepala Kampung, Lurah, RT dan lainnya dalam musrenbang dapat diwujudkan secara bertahap dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia menegaskan DPRD Berau akan terus hadir, mengawal, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, tujuan akhirnya adalah kesejahteraan warga dan kemajuan Kabupaten Berau secara berkelanjutan. (Adv/Nht/Sof)