Permintaan Naik Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Pastikan Stok Bahan Pokok Tetap Aman

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun permintaan masyarakat mulai meningkat selama bulan Ramadan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (DP2KUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengatakan kondisi stok berbagai komoditas pangan strategis masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.

“Stok aman untuk semua komoditas bapok, sehingga masyarakat bisa tenang merayakan Idulfitri,” ujar Heni, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan memang berpotensi memicu kenaikan harga pada beberapa komoditas. Selain itu, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan dari luar daerah juga menjadi faktor yang memengaruhi dinamika harga di pasaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah provinsi memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar.

“Sesuai instruksi Gubernur, Pemprov Kaltim terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga, distribusi lancar, dan harga bapok stabil sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Berdasarkan data DP2KUKM Kaltim per Februari 2026, cadangan pangan di wilayah ini masih berada pada tingkat yang sangat mencukupi. Stok beras non-Bulog tercatat mencapai 233.772,83 ton, daging sapi 390.943,28 ton, minyak goreng 5.678,71 ton, serta tepung terigu sebanyak 2.642.095,26 ton.

Selain itu tersedia pula 145.960,70 ton daging ayam, 16.045,95 ton gula pasir, dan 994.931,16 ton mentega. Ketersediaan komoditas lain seperti telur, garam beryodium, jagung, dan kedelai juga tercatat dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, ketahanan pangan di Kalimantan Timur diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam jangka waktu dua hingga enam bulan ke depan.

“Dengan volume stok yang besar tersebut, ketahanan pangan di Kaltim diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama dua hingga enam bulan ke depan. Pasokan dipastikan tetap stabil selama puncak permintaan di bulan Ramadan hingga Idulfitri,” pungkasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024