BPBD Balikpapan Peringatkan Risiko Karhutla Meningkat

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                            Prediksi musim kemarau 2026 yang lebih awal dan panjang menjadi alarm serius bagi Balikpapan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meningkat, seiring kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya.

Peringatan ini mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kekeringan di atas rata-rata klimatologis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.Balikpapan, Usman Ali, menegaskan aktivitas pembakaran menjadi salah satu pemicu utama yang harus dihindari masyarakat sejak dini.

“Dalam kondisi kering, api sangat mudah merambat dan sulit dikendalikan. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya, Savtu (28/3/2026)

Menurutnya, kawasan dengan lahan kosong dan permukiman padat menjadi titik paling rentan terhadap penyebaran api. Percikan kecil dari aktivitas pembakaran dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar jika tidak segera ditangani.

BPBD juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar area rawan. Pelaporan dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas.

“Kalau melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” kata Usman.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Balikpapan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk memantau titik rawan selama musim kemarau. Hal tersebut sebagai bentuk upaya dini yang telah dipersiapkan, untuk mencegah terjadinya bencana

Di sisi lain, larangan membakar sampah telah diberlakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup sebagai upaya menjaga kualitas udara, sekaligus menekan risiko kebakaran. Namun, kepatuhan masyarakat masih menjadi tantangan.

BPBD berharap, dengan kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini, kesadaran kolektif masyarakat dapat meningkat sehingga potensi karhutla bisa ditekan sejak awal. “Jangan sampai kebakaran terjadi hanya karena kelalaian,” pungkasnya.(adv-Dfbpp)

www.swarakaltim.com @2024