BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Walikota Balikpapan Rahmad Masud memimpin langsung apel sekaligus rangkaian kegiatan halal bihalal di halaman Pemkot Balikpapan. Dalam sambutanya Walikota Balikpapan Rahmad Masud meminta kepada masyarakat untuk tidak panik menyikapi situasi global yang tengah bergejolak, khususnya terkait kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).Senin (30/3/2026).
”Meskipun kondisi dunia saat ini sedang tidak stabil akibat konflik di kawasan Timur Tengah, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.
“Dengan kabar dan berita yang tidak baik-baik saja, jangan sampai kita juga menyampaikan hal yang membuat masyarakat menjadi tidak tenang,” sambungnya.
Lanjut Rahmad, konflik global memang berpotensi berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi dan energi. Namun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin ketersediaan energi, termasuk BBM, bagi masyarakat.
“Negara menjamin penyediaan energi, khususnya bahan bakar untuk masyarakat. Jadi tidak perlu ada kepanikan,” tegasnya.
Kendati demikian, kini kondisi pasokan energi nasional masih dalam keadaan aman. Namun, ia tidak menampik bahwa jika konflik berkepanjangan, dampaknya bisa dirasakan lebih luas, termasuk pada stabilitas harga dan distribusi energi.
“Sekarang mungkin belum terasa karena sumber daya energi kita masih aman untuk satu sampai dua bulan ke depan. Tetapi kalau situasi ini terus berlanjut, tentu akan ada dampaknya,” ujarnya.
Rahmad menambahkan, Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor energi, sehingga dinamika global dapat memengaruhi kondisi dalam negeri. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk aktif memberikan edukasi dan informasi yang akurat kepada masyarakat.
”Kami menekankan akan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga suasana kondusif di tengah ketidakpastian global. Ia mengingatkan agar penyampaian informasi tidak justru memicu keresahan publik.
“Jangan sampai informasi yang disampaikan malah membuat masyarakat panik. Tugas kita adalah memberikan pemahaman yang benar agar situasi tetap terkendali,” tutupnya.(adv-Dfbpp)