BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Balikpapan mendata jumlah wisatawan di kota Balikpapan mengalami penurunan tahun 2026, namun capaian tersebut telah sesuai dengan target yang ditetapkan. Tahun 2026 jumlah wisatawan yang datang ke kota ini mencapai 29.250 orang dengan total pendapatan sektor pariwisata sebesar Rp579,62 juta.
“Secara kuantitatif memang ada penurunan dibanding tahun lalu. Namun jika melihat kondisi saat ini, capaian kunjungan dan pendapatan masih berada pada jalur yang kami harapkan,” kata Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma,Kamis (2/4/2026)
Lanjut Ratih, adapun penurunan jumlah wisatawan di Balikpapan dipengaruhi oleh semakin banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan, termasuk di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Fenomena ini menyebabkan distribusi wisatawan menjadi lebih merata, sehingga tidak lagi terkonsentrasi pada destinasi populer tertentu.
“Dengan hadirnya destinasi baru, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan, mulai dari Pantai Nisantara, Watu Beach, hingga kawasan Plamaru dan Peringgodani. Hal ini secara alami mengurangi kepadatan di lokasi-lokasi lama,” katanya.
Ratih mengaku, dengan penurunan wisatawan ini, maka akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengelola pariwisata di Balikpapan untuk meningkatkan daya saing destinasi. Salah satu strategi yang diusulkan adalah memperluas jenis atraksi wisata, termasuk pengembangan olahraga air seperti jet ski, aktivitas berkuda, serta sport tourism.
Selain itu, peningkatan fasilitas penunjang, seperti penginapan dan villa, dianggap penting untuk memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan.
“Kami akan terus berusaha menawarkan pengalaman wisata yang lebih kaya. Selain rekreasi, bisa dikombinasikan dengan wellness tourism seperti yoga atau kegiatan olahraga,” ujarnya.
Ratih menambahkan, pihaknya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memajukan pariwisata kota. Dengan kerja sama yang baik, Ratih optimistis sektor pariwisata Balikpapan bisa kembali tumbuh dan bersaing, meskipun kawasan sekitar IKN juga mengalami perkembangan pesat.(adv-Dfbpp)