BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus berupaya mengurai kemacetan di kota Balikpapan. Salah satunya menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas dengan menata ulang sejumlah titik putar balik (U-turn) di ruas jalan strategis.
Menurut Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas dikawasan kemacetan. Hal ini merupakan hasil evaluasi terhadap kondisi arus kendaraan di lapangan.
“Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan dengan menutup beberapa titik putar dan memindahkan sebagian lainnya ke lokasi yang lebih ideal. Tujuannya agar arus kendaraan bisa lebih lancar dan tidak saling menghambat,” tegas Fadli, Kamis (2/4/2026).
Lanjut Fadli, adapun salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Agung Tunggal. Di area tersebut, titik putar dinilai terlalu dekat dengan akses keluar-masuk kendaraan sehingga memicu perlambatan arus. Melalui rekayasa ini, titik putar akan digeser ke jarak yang lebih jauh agar tidak menimbulkan konflik lalu lintas.
“Di Agung Tunggal, perputaran kendaraan akan kami atur ulang supaya tidak langsung bertemu dengan arus padat dari simpang,” tegasnya.
Fadli menegaskan, piahknya kini sedang merancang rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Andi Jaya Motor (AJM). Penyesuaian dilakukan dengan memindahkan titik putar ke lokasi yang lebih aman dan tidak mengganggu arus utama kendaraan. Kendati demikian, pihaknya juga mempertimbangkan penempatan titik putar baru di depan kawasan perumahan yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Area ini dinilai memiliki ruang manuver yang cukup bagi kendaraan.
“Untuk di sekitar AJM, kami siapkan skema pemindahan titik putar. Ini bagian dari rekayasa agar pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang,” jelasnya.
Fadli mengaku, untuk rekayasa lalu lintas ini tidak hanya bertujuan mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Titik putar yang berada di lokasi tidak tepat sering memicu potensi kecelakaan.
“Dengan rekayasa yang lebih baik, kami harapkan risiko konflik antar kendaraan bisa ditekan dan keselamatan pengguna jalan meningkat,” katanya.
Selain itu, Dishub akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Rambu-rambu tambahan dan petugas di lapangan juga akan disiapkan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu agar masyarakat bisa menyesuaikan. Harapannya, rekayasa lalu lintas ini dapat berjalan efektif dan memberi manfaat bagi semua pengguna jalan,” kata Fadli.
Fadli menambahkan, Dishub Balikpapan juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setelah kebijakan diterapkan. Jika diperlukan, penyesuaian lanjutan akan dilakukan untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan optimal. (adv-Dfbpp).