BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Komitmen Kota Balikpapan dalam menyiapkan generasi masa depan tercermin dari pengakuan nasional terhadap dua ruang publiknya, Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai, yang resmi ditetapkan sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2026 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Penetapan ini menjadi bukti bahwa pembangunan ruang publik di Balikpapan tidak sekadar mempercantik kota, tetapi juga sebagai investasi dalam tumbuh kembang anak-anak, dengan menjamin keamanan, kenyamanan, dan edukasi di setiap fasilitas bermain.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, mengatakan bahwa RBRA bukan sekadar taman bermain, tetapi ruang yang dirancang untuk menjamin hak anak, mulai dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga edukasi.
Proses penetapan RBRA tidak instan. Kedua taman ini melalui evaluasi mandiri, pendampingan daring, hingga witness audit sebagai tahap akhir penilaian kelayakan. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan ruang publik ramah anak di Balikpapan dilakukan dengan standar yang ketat dan profesional.
“Keberadaan RBRA juga menjadi indikator penting dalam mewujudkan Kota Layak Anak, memberikan anak-anak ruang untuk bermain, berekspresi, dan berinteraksi secara positif dalam lingkungan yang aman,” unarnya pada hari Kamis (2/4/2026).
Langkah ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 22, yang menegaskan kewajiban pemerintah menyediakan sarana pendukung perlindungan anak.
Dengan bertambahnya dua RBRA ini, Balikpapan semakin memperkuat arah pembangunan sebagai kota yang inklusif dan berpihak pada generasi muda. Pemerintah kota berencana terus meningkatkan kualitas ruang publik lainnya agar memenuhi standar RBRA, sehingga anak-anak dapat menikmati fasilitas yang aman dan edukatif di seluruh kota.
Nursyamsiarni menambahkan, keberhasilan program ini juga bergantung pada peran aktif masyarakat. “Partisipasi warga dalam menjaga dan menggunakan fasilitas secara bijak menjadi kunci keberlanjutan program ini,” ujarnya.
Dari ruang-ruang aman yang sederhana inilah, masa depan Balikpapan perlahan dibentuk melalui generasi yang tumbuh sehat, bahagia, dan terlindungi. Dengan kata lain, setiap RBRA adalah investasi nyata kota untuk anak-anak, sekaligus fondasi pembangunan berkelanjutan bagi Balikpapan.( Adv Diskominfo Balikpapan)