Koperasi Diharap Menjadi Penggerak Ekonomi Kampung, DPRD Dorong Penguatan Fasilitas dan Modal

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Sutami, menegaskan pentingnya kehadiran koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi di tingkat kampung. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Gedung DPRD Berau, Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, dalam sesi wawancara terkait penguatan ekonomi berbasis komunitas desa, Selasa lalu (31/3/2026).

Menurut Sutami, koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan berorientasi jangka panjang. Oleh sebab itu keberadaan koperasi tidak boleh dipersempit hanya sebagai sarana simpan pinjam, tetapi harus dikembangkan menjadi wadah pemberdayaan yang mampu menciptakan peluang usaha baru di lingkungan kampung.

“Koperasi bisa berkembang jauh lebih besar dari sekadar tempat meminjam dana. Jika setiap kampung memiliki koperasi yang dikelola dengan visi yang kuat, dampaknya terhadap ekonomi masyarakat akan sangat signifikan,” jelasnya.

Meski memiliki potensi besar, Sutami menyebut masih ada sejumlah hambatan yang menghambat kemajuan koperasi, terutama keterbatasan permodalan. Kondisi ini sering membuat koperasi sulit berkembang karena tidak memiliki aset produktif yang dapat dikelola secara optimal. Ia menilai diperlukan dukungan nyata dari pemerintah daerah berupa penyediaan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai aset dasar koperasi.

“Pemerintah daerah bisa membantu menyiapkan lahan sebagai modal awal. Area yang tidak terlalu luas saja sudah cukup untuk dimanfaatkan sesuai aturan yang berlaku. Ini akan menjadi langkah awal yang sangat membantu koperasi di kampung,” tuturnya lagi

Selain faktor modal, Sutami menyoroti pola pikir para anggota yang kerap menjadi penentu utama keberhasilan koperasi. Ia mengingatkan bahwa koperasi tidak boleh dijalankan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek tanpa strategi pengembangan yang berkelanjutan. Komitmen dan kesadaran anggota terhadap pentingnya manajemen profesional harus terus ditumbuhkan.

“Koperasi akan sulit maju kalau anggotanya hanya fokus pada manfaat instan tanpa memikirkan keberlanjutan. Perlu ada kesadaran bersama untuk membangun koperasi menjadi institusi ekonomi yang benar-benar kuat,” jelas legislator asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut.

Melihat potensi Koperasi Merah Putih (KMP) yang saat ini menjadi contoh di beberapa wilayah, Sutami optimistis koperasi serupa dapat berkembang menjadi motor penggerak perekonomian desa apabila mendapatkan perhatian serius, baik dari Pemerintah daerah maupun masyarakat. Ia mendorong agar model koperasi ini dapat direplikasi ke kampung-kampung lain sehingga dampak ekonominya lebih merata.

“Koperasi seperti Koperasi Merah Putih bisa menjadi role model. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kemandirian ekonomi kampung,” pungkasnya.

Melalui dorongan ini, Sutami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat melihat koperasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat, bukan sekadar organisasi formal tanpa arah yang jelas.  (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024