Sasar Konektivitas Perbatasan, Jalan 122 Km Penghubung Kaltim-Kaltara Mulai Dibangun

JAKARTA,Swarakaltim.com – Kawasan perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) kini menjadi fokus utama dalam pemerataan infrastruktur darat dan pertahanan nasional. Jalur sepanjang 122 kilometer yang membentang dari Ujoh Bilang di Mahakam Ulu hingga batas wilayah Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), dilaporkan mulai dikerjakan melalui pendanaan sektor swasta.

Rencana ini mencakup pembangunan jalan rigid dan jembatan penghubung di Long Bagun yang diproyeksikan menyambung jalur lintas provinsi dari Putussibau (Kalimantan Barat) hingga ke Kaltara. Proyek ini menjadi krusial mengingat posisinya yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan dalam Rapat Panja Aset TNI di DPR RI (7/4), bahwa keterbatasan akses di perbatasan bukan sekadar hambatan ekonomi, melainkan ancaman bagi pertahanan. Dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), mobilisasi personel dan alutsista di wilayah perbatasan darat menjadi mutlak diperlukan.

“Wilayah kita di Kalimantan hanya dipisahkan oleh patok dengan Malaysia, bukan laut. Oleh karena itu, perhatian khusus pada infrastruktur sangat mendesak demi menjaga kedaulatan negara,” ungkap Rudy.

Skema pembangunan di wilayah ini menggunakan pendekatan kolaboratif. Jalur Ujoh Bilang-Malinau mengandalkan investasi swasta, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sepanjang Sungai Mahakam. Sementara itu, untuk jalur penghubung Kalbar-Kaltim, pemerintah daerah mendorong penggunaan dana APBN melalui koordinasi dengan Komisi V DPR RI.

Selama ini, buruknya kondisi jalan di kawasan perbatasan berimbas langsung pada tingginya harga kebutuhan pokok akibat sulitnya distribusi logistik. Pembangunan jalan ini diharapkan mampu memberikan efek domino terhadap penurunan harga pangan serta mempermudah masuknya jaringan telekomunikasi dan listrik ke wilayah terpencil.

Dengan terbukanya akses darat yang mulus, kawasan perbatasan tidak lagi dipandang sebagai wilayah tertinggal, melainkan benteng pertahanan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar IKN.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024