TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau mulai memperketat persiapan menghadapi penilaian Adipura dengan melibatkan seluruh pihak yang berada di kawasan titik pantau. Langkah ini dilakukan karena kebersihan dan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu tantangan utama yang harus dibenahi sebelum penilaian berlangsung.
Menurut Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, persiapan melibatkan Lurah, pengelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), hingga sejumlah fasilitas yang masuk dalam kawasan penilaian, seperti rumah sakit, dermaga dan Bandara Kalimarau. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb, baru baru ini.
“Keberhasilan meraih Adipura tidak dapat hanya mengandalkan DLHK. Setiap pengelola titik pantau memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, terutama dalam memastikan sampah tidak menumpuk maupun berserakan di ruang public,” katanya.
Persoalan tersebut lanjut Zulkifli terlihat saat kegiatan kebersihan dilakukan di sejumlah kawasan, termasuk Kelurahan Gunung Panjang. Dalam kegiatan itu, DLHK menemukan volume sampah kemasan minuman yang cukup besar di sekitar lingkungan sekolah. Bahkan, sampah yang dikumpulkan didominasi gelas plastik bekas minuman dan jumlahnya diperkirakan memenuhi satu truk.
“Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal pengangkutan, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah. Karena itu, kami melibatkan pelajar agar mereka memahami dampak dari kebiasaan tersebut,” ujar Zulkifli lagi.
DLHK kemudian mendorong kegiatan kebersihan rutin sekaligus menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi pelajar. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan menjelang penilaian Adipura. Kebiasaan menjaga kebersihan harus dibangun sejak usia sekolah agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Zulkifli menilai perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan sampah. Jika kebersihan telah menjadi kebiasaan sehari-hari, kesadaran untuk membuang dan mengelola sampah pada tempatnya diharapkan tumbuh tanpa harus selalu menunggu pengawasan pemerintah.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, kelurahan, fasilitas umum, sekolah dan masyarakat dapat terus berjalan. Dengan begitu, target meraih Adipura tidak sekadar mengejar penilaian, tetapi juga mendorong perubahan nyata terhadap pola pengelolaan sampah dan kebersihan di Kota Tanjung Redeb,” papar Zulkifli Azhari. (Nht/Bintang)