BALIKPAPAN, Swarakaltim.com. Direktur Utama PTMB, Dr. Yudi Saharuddin, SE., MM, memastikan peningkatan layanan tidak hanya soal memperbanyak pasokan, tetapi juga memastikan distribusi berjalan adil dan merata.
“Kita tidak ingin ada wilayah yang melimpah air, sementara wilayah lain kekurangan. Pemerataan suplai adalah prinsip utama yang terus kami jaga,” katanya. (27/8/2025)
Menurut Yudi, beberapa tahun terakhir, PTMB melakukan sejumlah langkah teknis untuk memperbaiki distribusi, termasuk membangun reservoir tambahan, mengganti pipa lama, serta menata ulang sistem jaringan agar tekanan air lebih stabil. Adapun hal ini merupakan bukti mampu mengurangi keluhan warga di sejumlah kecamatan, meski tantangan masih ada di kawasan pinggiran kota.
Yudi menambahkan, salah satu bentuk komitmen PTMB adalah program pengendalian kebocoran air atau non-revenue water (NRW). Saat ini tingkat kebocoran masih berada di kisaran 27 persen, dan ditargetkan turun menjadi 20 persen pada 2029.
“Air yang hilang akibat kebocoran sama saja dengan mengurangi hak masyarakat. Karena itu kami bekerja keras menekan angka kebocoran,” jelasnya.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, PTMB juga meningkatkan layanan non-teknis. Sistem pengaduan pelanggan kini bisa diakses lebih cepat melalui aplikasi dan call center 24 jam.
Dengan layanan digital ini, warga bisa melaporkan gangguan aliran, kebocoran pipa, maupun keluhan tagihan secara lebih mudah.
Saharuddin menjelaskan modernisasi pelayanan adalah bagian dari transformasi PTMB menjadi perusahaan yang profesional. “Masyarakat harus dilayani dengan baik, tidak hanya dalam bentuk air yang mengalir, tetapi juga dalam kemudahan berkomunikasi dengan perusahaan,” katanya.
Dampak positif dari peningkatan layanan ini dirasakan masyarakat di sejumlah titik, terutama di Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur yang sebelumnya sering mengalami keterbatasan air. Warga melaporkan pasokan kini lebih stabil, meski di musim kemarau masih terdapat beberapa hambatan teknis yang sedang diatasi.(*/pr)