Pipa Tua Hambat Ekspansi Sambungan Air, Wali Kota Balikpapan Dorong Percepatan Revitalisasi

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                           Rencana perluasan layanan air bersih di Kota Balikpapan masih menghadapi kendala serius. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud mengungkapkan, kondisi jaringan pipa yang sudah berusia puluhan tahun menjadi penghambat utama penambahan Sambungan Rumah (SR) baru bagi masyarakat.

Menurutnya, meski ketersediaan air baku relatif mencukupi, distribusi belum bisa dimaksimalkan karena keterbatasan infrastruktur. Bahkan, upaya meningkatkan tekanan air justru berpotensi memperparah kebocoran pada pipa lama.

“Bukan kita tidak mau menambah sambungan baru. Tapi kalau tekanan air ditingkatkan, pipa yang sudah tua pasti bocor. Ini yang menjadi kendala utama,” ujar Rahmad Mas’ud, di Balai Kota pada hari Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat perluasan jaringan air bersih tidak bisa dilakukan secara optimal. Akibatnya, sebagian warga masih harus menunggu peningkatan infrastruktur sebelum mendapatkan layanan yang layak.

Untuk mengatasi hal itu, Rahmad Mas’ud meminta Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memprioritaskan revitalisasi jaringan pipa mulai 2026 dan menargetkan penyelesaian maksimal pada 2027.

“Saya minta kepada jajaran direksi PTMB, persoalan pipa ini menjadi prioritas utama. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk melalui pokok-pokok pikiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR provinsi dari daerah pemilihan Balikpapan, guna mempercepat pendanaan program tersebut.

Pemerintah Kota Balikpapan sendiri terus menyiapkan strategi pemenuhan air bersih secara bertahap, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Program ini menjadi salah satu prioritas utama seiring pertumbuhan kota yang semakin pesat.

Rahmad optimistis, jika revitalisasi jaringan pipa dapat diselesaikan tepat waktu, maka distribusi air akan lebih merata dan perluasan layanan bisa segera dilakukan. “Kalau infrastrukturnya sudah siap, baru kita bisa bicara penambahan sambungan baru secara maksimal,” pungkasnya.(adv-Dfbpp)

www.swarakaltim.com @2024