Rahmad Mas’ud Dorong Partisipasi Publik, Warga Dilibatkan Tentukan Arah Pembangunan Balikpapan 2027

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                            Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan tahun 2027. Hal ini ditegaskan Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan aspirasi masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Kita membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan seluruh stakeholder untuk memberikan masukan. Semua terangkum dalam forum perencanaan yang kita laksanakan,” ujarnya, ketika hadir pada Musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada hari Kamis, 2 April 2026.

Rahmad menjelaskan, tahun 2027 menjadi fase penting dalam perjalanan pembangunan kota, karena merupakan tahap akselerasi dalam pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Setelah tahun sebelumnya difokuskan pada penguatan fondasi, kini pemerintah mulai mendorong percepatan pembangunan yang lebih terarah.

Namun demikian, Rahmad Mas’ud mengingatkan bahwa tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan. Dari total usulan masyarakat yang mencapai sekitar Rp 4 triliun, kemampuan anggaran daerah saat ini hanya sekitar Rp 600 miliar.

“Kita harus realistis. Semua usulan akan kita kaji, tetapi yang menjadi prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat itulah yang akan kita jalankan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa proses seleksi program akan dilakukan secara cermat, dengan mengedepankan prinsip keadilan dan efektivitas, agar manfaat pembangunan bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dalam arah kebijakan pembangunan 2027, pemerintah kota tetap memprioritaskan sektor-sektor vital seperti penyediaan air bersih, pengendalian banjir, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Selain itu, berbagai program lain juga disiapkan, mulai dari penguatan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata dan MICE, hingga pembangunan kota ramah anak.

Menurutnya, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen menjadikan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dihuni, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang harus disesuaikan dengan dinamika pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dengan mengedepankan partisipasi publik dan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, Rahmad Mas’ud optimistis perencanaan pembangunan ke depan akan semakin tepat sasaran. “Kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.(adv-Dfbpp)

www.swarakaltim.com @2024