Dinkes Kota Samarinda Sebut Capaian CKG Tembus 90 Persen, Kendala Keterbatasan Personel Medis Jadi Catatan

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terus mengoptimalkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 26 Puskesmas sebagai bagian dari pemenuhan target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Hingga pertengahan tahun berjalan, instansi medis ini mencatatkan total pendaftar yang membludak hingga menembus angka puluhan ribu warga dari berbagai lingkungan rukun tetangga.

Tingginya antusiasme warga ini di satu sisi memberikan dampak positif bagi keakurasian pemetaan profil kesehatan daerah, namun di sisi lain memicu tantangan baru terkait pemenuhan kebutuhan jumlah tenaga kesehatan yang bertugas melakukan tindakan skrining langsung kepada masyarakat.

“Program CKG di Kota Samarinda ini diperuntukkan bagi semua usia dengan jenis pemeriksaan yang bervariasi sesuai dengan kelompok umur pendaftar. Sampai dengan bulan Juni, akumulasi warga yang mendaftar dan mengikuti pemeriksaan di 26 Puskesmas sudah berada di kisaran 28.000 orang,” kata Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

Ismed Kusasih memaparkan bahwa teknis pengerjaan CKG membutuhkan durasi waktu yang cukup lama untuk setiap individu pasien. Hal ini dikarenakan petugas medis harus melakukan wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga pengambilan sampel cairan tubuh untuk diuji di laboratorium Puskesmas.

“Skema pemeriksaan CKG ini memang berbeda antara satu kelompok usia dengan kelompok usia lainnya karena item pemeriksaannya tidak sama. Seluruh proses pengetesan tersebut wajib diinput ke dalam aplikasi SatuSehat sesuai dengan aturan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” sambung Ismed Kusasih.

Kondisi kerumitan teknis inilah yang dinilai sering kali
berbenturan dengan keterbatasan jumlah personel medis di lapangan, terutama pada Puskesmas yang memiliki cakupan wilayah kerja geografis yang padat penduduk.

“Hambatan utama kami memang murni dari sisi keterbatasan SDM tenaga kesehatan. Melakukan pemeriksaan CKG di Puskesmas itu memakan waktu yang tidak sedikit, sementara di saat bersamaan petugas kami juga harus membagi konsentrasi untuk melayani pasien darurat, posyandu, hingga imunisasi anak,” jelas Ismed Kusasih.

Kendati dihadapkan pada situasi kekurangan petugas, Ismed Kusasih menegaskan bahwa kinerja kolektif seluruh unit Puskesmas di Kota Samarinda tetap berada dalam level yang sangat memuaskan jika diukur dari penyelesaian berkas pendaftaran.

“Jika kita melihat dari perbandingan antara jumlah warga yang masuk dalam daftar antrean dengan tindakan medis yang selesai dikerjakan, capaian realisasi kita sudah menyentuh angka 90 persen lebih. Dinas Kesehatan Kota Samarinda memastikan supply Bahan Habis Pakai (BHP) untuk tes darah dan gula tetap aman,” urai Ismed Kusasih.

Lebih lanjut, Dinkes Kota Samarinda berharap adanya dukungan edukasi yang masif dari para kader kesehatan di lapangan guna mengajak masyarakat luas agar tidak memiliki pandangan keliru atau ketakutan psikologis untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka sejak dini.

“Kami sangat mengharapkan bantuan teman-teman media untuk ikut mensosialisasikan program CKG ini kepada masyarakat karena ini sepenuhnya gratis. Semakin besar angka skrining yang kita lakukan, maka semakin cepat pula kita menemukan adanya potensi penyakit sehingga proses pengobatan bisa langsung berjalan seperti pada penanganan kasus TBC atau HIV,” tutup Ismed Kusasih.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024