Dari Samarinda ke Jerman, Nusantara Global Buka Jalan Karier Lewat Bahasa hingga Ausbildung

Foto: Pertemuan peminat belajar bahasa Jerman bersama Nusantara Global di Jl. Adam Malik, Perum Citra Griya Blok B61, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Minggu (6/9/2026).

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Peluang menempuh pendidikan sekaligus membangun karier di Jerman mulai diperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat Samarinda.

Kuncinya bukan semata keberanian untuk berangkat ke luar negeri, tetapi kesiapan yang dibangun sejak dari tanah air, terutama penguasaan bahasa dan kompetensi yang sesuai dengan jalur yang dipilih.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan peminat belajar bahasa Jerman yang digelar Nusantara Global di Jl. Adam Malik, Perum Citra Griya Blok B61, Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WITA dan diikuti mayoritas mahasiswa yang tertarik mempelajari bahasa Jerman sekaligus mengetahui lebih jauh peluang pendidikan, pengalaman sosial, hingga pekerjaan di Jerman.

Pertemuan tersebut menghadirkan Anton Rauschenbach, Founder dan CEO Nusantara Global untuk Jerman, secara daring melalui Zoom. Sementara Muhammad Thezar Firrizqi, Chief Operating Officer (COO) Nusantara Global untuk Indonesia, hadir langsung dan berdialog dengan peserta.

Dari Jerman, Anton memberikan gambaran mengenai peluang yang terbuka bagi masyarakat Indonesia, khususnya melalui jalur pendidikan vokasi dan tenaga kerja terampil.

Salah satu jalur yang diperkenalkan adalah Ausbildung, sistem pendidikan vokasi di Jerman yang memadukan pembelajaran teori dengan praktik langsung di dunia kerja.

Menurut Anton, jalur tersebut menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin memperoleh keterampilan profesional sekaligus pengalaman kerja di Jerman.

Ausbildung memiliki berbagai bidang, mulai dari keperawatan, perhotelan dan gastronomi, logistik, teknik dan elektro, hingga teknologi informasi dan digital.

Peserta menjalani pendidikan sekaligus praktik sesuai bidangnya dan mendapatkan Ausbildungsvergütung atau uang pelatihan selama mengikuti program.

Untuk bidang keperawatan atau Pflege, masa pendidikan umumnya berlangsung tiga tahun dan menjadi salah satu profesi yang banyak membutuhkan tenaga terampil.

Namun, Anton menekankan bahwa peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan. Kemampuan teknis saja tidak cukup apabila calon peserta tidak mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jerman.

Karena itu, bahasa menjadi pintu awal yang harus dipersiapkan.

Penjelasan mengenai persiapan dari Indonesia kemudian diperkuat Thezar yang hadir langsung di tengah peserta.

Thezar menjelaskan, calon peserta terlebih dahulu perlu menentukan tujuan sebelum memilih program. Apakah ingin mengikuti Ausbildung, melanjutkan pendidikan tinggi, mengikuti program sosial, program Au Pair, atau bekerja sebagai tenaga profesional.

Dari tujuan tersebut, persiapan bahasa dan dokumen dapat disesuaikan. Nusantara Global mempersiapkan pembelajaran bahasa Jerman mulai A1, A2, B1 hingga B2. Peserta dapat mengikuti placement test untuk mengetahui kemampuan awal sebelum ditempatkan pada level yang sesuai.

Setelah menyelesaikan setiap jenjang, peserta menjalani evaluasi dan simulasi ujian sebelum diarahkan mengikuti sertifikasi bahasa.

Sertifikasi yang dipersiapkan antara lain Goethe-Institut, telc dan ÖSD, tergantung kebutuhan jalur yang dipilih.

“Jadi bukan hanya belajar bahasa. Dari awal peserta harus menentukan tujuannya, apakah Ausbildung, kuliah atau bekerja. Setelah itu baru kita siapkan langkahnya,” ujar Thezar.

Menurutnya, kemampuan bahasa bukan sekadar persyaratan administratif. Bahasa juga menjadi bekal untuk berkomunikasi dengan pemberi kerja, mengikuti pembelajaran, memahami instruksi pekerjaan, serta beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di Jerman.

Thezar mengatakan, jalur menuju Jerman cukup beragam. Bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, terdapat jalur Studienkolleg sebagai persiapan sebelum memasuki perguruan tinggi.

Sementara bagi yang ingin mendapatkan pengalaman sosial dan budaya, tersedia pilihan seperti FSJ, BFD dan FÖJ.

FSJ (Freiwilliges Soziales Jahr) merupakan program tahun sukarela di bidang sosial. Sementara BFD (Bundesfreiwilligendienst) merupakan layanan sukarela nasional yang memberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.

Adapun FÖJ (Freiwilliges Ökologisches Jahr) merupakan program sukarela yang berfokus pada bidang lingkungan dan ekologi.

Selain itu, terdapat pula program Au Pair yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk tinggal bersama keluarga di Jerman sekaligus mengenal bahasa dan budaya setempat.

Sedangkan tenaga profesional yang sudah memiliki kualifikasi dapat mengambil jalur tenaga kerja terampil atau Fachkräfte.

Untuk tenaga profesional, prosesnya tentu berbeda karena kualifikasi yang diperoleh di Indonesia harus disesuaikan dengan ketentuan profesi di Jerman.

Salah satu proses penting adalah Anerkennung, yakni proses pengakuan terhadap kualifikasi atau ijazah yang dimiliki seseorang agar dapat disesuaikan dengan ketentuan profesi di Jerman.

Sektor keperawatan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian khusus. Bagi calon peserta yang ingin masuk jalur keperawatan, persiapan bahasa diarahkan hingga B1-B2, termasuk penguasaan istilah medis.

Setelah kemampuan bahasa memenuhi ketentuan, proses dapat dilanjutkan dengan pencocokan calon tenaga kerja dengan pemberi kerja di Jerman.

Untuk tenaga profesional, terdapat pula Beschleunigtes Fachkräfteverfahren, yakni prosedur percepatan bagi tenaga kerja terampil yang prosesnya dilakukan melalui pemberi kerja di Jerman.

Dalam proses tersebut terdapat tahapan seperti pengajuan §81a, pengakuan kualifikasi, pengurusan visa dan persiapan keberangkatan.

Thezar menjelaskan, pendampingan diperlukan agar peserta memahami setiap tahapan dan tidak hanya berfokus pada keinginan untuk segera berangkat.

Persiapan dokumen, legalisasi dan penerjemahan ijazah maupun transkrip, sertifikasi bahasa, proses pengakuan kualifikasi serta komunikasi dengan pihak pemberi kerja harus dipastikan sejak awal.

Menurut Thezar, kesempatan untuk membangun masa depan di Jerman tidak harus dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa.

Masyarakat Samarinda juga dapat mempersiapkan diri dari daerah sendiri, terutama dengan membangun kemampuan bahasa dan menentukan jalur yang ingin ditempuh.

Karena itu, pertemuan di Yayasan Anugerah Lentera Cinta bukan hanya menjadi ruang pengenalan bahasa Jerman, tetapi juga membuka wawasan mengenai berbagai pilihan yang tersedia.

Mulai dari bahasa, sertifikasi, pendidikan vokasi, pendidikan tinggi, program sosial, Au Pair hingga jalur tenaga profesional, semuanya memiliki persyaratan dan tahapan masing-masing.

Anton dari Jerman dan Thezar dari Indonesia memberikan gambaran dari dua sisi berbeda: bagaimana peluang itu tersedia di Jerman dan bagaimana calon peserta di Indonesia harus mempersiapkan diri untuk mengambilnya.

Bagi peserta yang baru mulai belajar, perjalanan tersebut tentu masih panjang. Namun, langkah awalnya sederhana: menentukan tujuan dan mulai belajar bahasa.

Sebab untuk bisa bekerja, belajar maupun beradaptasi di Jerman, kemampuan berbahasa bukan hanya tiket masuk.

Bahasa menjadi bekal untuk membuka pintu berikutnya—pendidikan, keterampilan, pengalaman, pekerjaan dan karier di negeri tujuan.

Melalui program yang dikembangkan Nusantara Global, pintu tersebut mulai dikenalkan kepada masyarakat Samarinda.

Dan kali ini, perjalanan menuju Jerman tidak dimulai dari bandara. Perjalanan itu dimulai dari ruang belajar di Samarinda.(dho)

www.swarakaltim.com @2024