BERAU, Swarakaltim.com – Persiapan cabang olahraga (cabor) layar untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 terus dimatangkan. Venue layar di kawasan Pelabuhan Tanjung Batu, Kabupaten Berau, dipastikan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Layar Kaltim, Teddy Abay, mengatakan kesiapan venue menjadi salah satu modal penting untuk menyukseskan pelaksanaan cabor layar pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk pertandingan telah tersedia. Bahkan, kesiapan venue layar Tanjung Batu saat ini telah mencapai 100 persen.
“Pada prinsipnya, venue layar di Tanjung Batu sudah siap 100 persen,” ungkap Teddy Abay, yang juga merupakan tokoh masyarakat Berau.
Porprov Kaltim 2026 secara umum direncanakan berlangsung di Kabupaten Paser. Namun, khusus cabor layar, pertandingan dipusatkan di Kabupaten Berau, tepatnya di kawasan Tanjung Batu. Lokasi ini memiliki fasilitas olahraga layar yang cukup lengkap, yang telah dibangun sejak pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 di Kalimantan Timur.
Kelengkapan fasilitas tersebut menjadi modal untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan sekaligus memberikan kesempatan kepada para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kesiapan menghadapi Porprov juga terlihat dari aktivitas latihan para atlet. Saat melakukan pemantauan di venue layar Tanjung Batu, Sabtu (17/10/2026), Teddy melihat langsung para atlet layar Berau menjalani latihan secara serius sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi mendatang.

Di bawah bimbingan pelatih layar Berau, Kosim, para atlet mengikuti program latihan yang telah disusun secara terencana. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, baik untuk meningkatkan kemampuan teknik maupun mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan.
Kosim menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 60 atlet layar di Berau yang terdiri atas kelompok yunior dan senior. Pusat latihan di Tanjung Batu juga dimanfaatkan sejumlah atlet dari luar daerah, termasuk Kutai Timur.
“Jumlah atlet layar Berau saat ini kurang lebih 60 orang, baik yunior maupun senior. Beberapa atlet dari luar daerah, seperti Kutai Timur, juga ikut berlatih di Tanjung Batu,” jelas Kosim.
Ia menambahkan, program latihan tetap berjalan secara rutin dan terstruktur, meskipun tidak sedang menghadapi kalender pertandingan. Pola pembinaan tersebut dilakukan agar kemampuan atlet terus berkembang dan mereka selalu siap ketika mengikuti kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain mempersiapkan atlet untuk Porprov Kaltim 2026, pembinaan juga diarahkan pada penguatan regenerasi. Atlet usia dini terus dipersiapkan agar kelak mampu meneruskan prestasi atlet senior dan menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga layar di Kalimantan Timur.
Hasil pembinaan selama ini juga telah membuka jalan bagi sejumlah atlet asal Berau untuk berkiprah di tingkat nasional. Bahkan, beberapa di antaranya mendapat kesempatan memperkuat Indonesia dalam ajang internasional, termasuk SEA Games di Thailand.
Dengan kesiapan venue, program latihan yang berkelanjutan, serta pembinaan atlet dari kelompok usia dini hingga senior, cabor layar diharapkan dapat menjadi salah satu cabang yang turut menyemarakkan Porprov Kaltim 2026.
Penyelenggaraan di Tanjung Batu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi olahraga layar di Kaltim.(dho)