Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau melakukan pemulihan terhadap sejumlah tanaman penghijauan di kawasan perkotaan yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dipengaruhi pembangunan di beberapa ruas jalan serta cuaca kering berkepanjangan yang membuat sebagian tanaman mengalami penurunan kondisi hingga mati.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu. “Jadi, tanaman yang berada di median jalan menjadi salah satu bagian yang terdampak. Beberapa jenis tanaman tidak mampu bertahan selama periode kemarau panjang, meski terdapat tanaman tertentu seperti tabebuya yang justru tetap mampu berbunga,” katanya.
Menurut Zulkifli, kondisi tanaman yang mengalami kerusakan tidak dibiarkan begitu saja. DLHK kini melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang masih dapat diselamatkan sekaligus mengganti pohon yang telah mati. Perbaikan juga dilakukan terhadap sejumlah pot tanaman di sepanjang ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Persoalan penghijauan kota, menurutnya, tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah melakukan perawatan. Kondisi fasilitas tanaman juga dapat semakin buruk apabila masyarakat menjadikannya tempat membuang sampah. Karena itu, kebersihan di sekitar median dan pot tanaman menjadi bagian yang ikut diperhatikan dalam pemulihan kawasan perkotaan.
“Kami terus melakukan perawatan dan mengganti tanaman yang sudah tidak bisa dipertahankan. Tetapi keberhasilannya juga membutuhkan kepedulian masyarakat agar fasilitas penghijauan tidak rusak atau dijadikan tempat membuang sampah,” ujar Zulkifli lagi.
Masih menurutnya, keberadaan tanaman di ruang publik bukan sekadar memperindah wajah Kota Tanjung Redeb, tetapi juga menjadi bagian dari kualitas lingkungan yang dinikmati masyarakat setiap hari. Karena itu, DLHK mendorong agar perawatan tanaman diikuti perubahan perilaku warga dalam menjaga fasilitas yang ada. (Nht/Bintang)