Tenggarong-Swarakaltim. Aktifitas penambangan batubara di Tenggarong Seberang yang diduga ilegal ini sangat meresahkan warga pengguna jalan di jalur Provinsi Tenggarong Seberang.
Akibat aktivitas tambang ilegal ini, saat melakukan houling selalu membawa tanah berlumpur di jalan utama poros provinsi Tenggarong Seberang, hal ini bisa menyebabkan kecelakaan jika tidak di bersihkan tanah berlumpur tersebut.
Terbukti telah terjadi insiden kecelakaan yang dialami pengendara roda 2 dan roda 4, Minggu (24/1/2021) pagi telah terjadi 4 korban kecelakaan tunggal selama 1 jam akibat lumpur yang terguyur hujan dini hari.
Arif warga sekitar yang sedang membantu korban dikonfirmasi di tempat kejadian mengatakan, pagi ini sudah ada tiga pengendara sepeda motor jatuh dan satu mobil pick up tergelincir keluar dari as jalan karena jalan licin akibat hauling batubara.
“Tanah berlumpur ini berasal dari aktifitas tambang yang sedang houling,” lanjutnya.
Ia menyebutkan pihak perusahaan tambang seharusnya bisa membersihkan setiap aktifitas houling.
“Seharusnya pihak perusahaan bisa membuat badan jalan sendiri, karena ini sudah sering terjadi di wilayah ini,” katanya sembari memberi kode pengguna jalan dan memportal separuh jalan agar tidak dilintasi warga.
Dari keempat pengendara tersebut sudah tidak ada di lokasi kejadian, alasanya takut urusan Polisi jadi panjang.
Arif yang keseharian kerja di perusahaan PT. MAM menceritakan, saat mengatur jalan didatangi anggota Polsek Tenggarong Seberang agar PT MAM melakukan pencucian jalan.
Ketika Arif memberikan keterangan bahwa adanya tanah berlumpur ini bukan berasal dari PT MAM. Pihak Polsek tetap menegaskan PT MAM yang bertanggungjawab.

Berdasarkan keterangan warga yang tidak ingin disebutkan namanya membeberkan bahwa sekitar tiga hari sebelum ada kegiatan houling oleh ratusan dump truk pengangkut batubara dengan roda penuh balutan lumpur menuju pelabuhan Desa Embalut.
“Balutan lumpur tercecer disepanjang jalan L 2 tanpa dibersihkan kembali oleh pengusaha tambang ilegal,” terangnya.
“Dampaknya bisa di lihat sendiri, jalan jadi licin dan bahkan dalam selama satu jam saja sudah empat kendaraan jatuh tergelincir mengalami rusak ringan, namun tidak ada korban jiwa,” paparnya.
Saat dikonfirmasi pihak Polsek Tenggarong seberang, Kapolsek Tenggarong Seberang melalui Waka Polsek Iptu Pol Hadi ketika dikonfirmasi melalui ponselnya belum tahu adanya ke empat korban kecelakaan tunggal dan akan perintahkan anggotanya turun lapangan singkatnya.
Di lain pihak, Humas eksternal PT.MAM Pak Tjoek di Samarinda menegaskan bahwa kendaraan PT. MAM tidak pernah angkut batubara lewat jalan umum.

“Semua kendaraan sesuai jalur di dalam lokasi tambang dan tidak ada roda enam itu bukan kami,” ujarnya.
“Jika memang PT.MAM dituntut tanggungjawab, bagi kami tidak masalah dan ini demi kemanusiaan dan demi keselamatan warga pengguna jalan ini, kami siap untuk melakukan pembersihan,” tuturnya.
Di tempat terpisah pihak Polres Kutai Kartanegara melalui Kanit Laka Iptu Basuki saat dihubungi melalui ponselnya merasa kaget dan menyatakan sangat berbahaya.
“Saat itu juga kami langsung memerintahkan anggota untuk turun ke lapangan guna pengecekan serta memberikan solusi pembersihan jalan,” katanya.
“Saya berharap perusahaan yang beraktifitas di jalan umum, agar tidak mengulangi lagi karena hal ini jelas melanggar pergub Nomor 10 tahun 2012 tentang jalan houling tambang batubara dan kelapa sawit,” tukasnya.
Seperti diketahui bahwa bukan rahasia umum dilokasi konsesi batubara PT. Bukit Baeduri Energi (BBE) sebagai ajang tambang koridor yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagi tambang bebas, sistim pengaman kordinasi.
Dan menurut keterangan warga setempat setiap satu kali hauling wajib dana Rp 12- 15 juta tiap satu pengelola, diluar biaya pengangkutan.
Pembeli batu menyediakan dana koordinasi yang dipercayakan pada koordinator hauling, entah uang itu dibagi- bagikan pada siapa saja. Setelah terjadi insiden yang merugikan masyarakat mereka saling lempar tanggungjawab.
Kepala dinas Perhubungan Provinsi Kaltim hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. (AI)
Editor: doni