Datangkan Konsultan dari Surabaya, Samarinda Akan Bangun TPS 3R

SAMARINDA, Swara Kaltim
Pemerintah Kota Samarinda tak hanya melakukan relokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebagai program 100 hari kerja Wali Kota Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi tapi juga akan membangun TPS Reduse, Reuse, Recycle (TPS 3R).
“Penanganan sampah tidak bisa kita tunda-tunda. Dan tidak cukup dengan relokasi TPS di jalan utama dalam program 100 hari kerja ini. Dalam program jangka pendek kita akan membangun TPS 3R, untuk itulah kita ke Surabaya waktu itu dan menghadirkan konsultannya di sini,” ucap Rusmadi saat memimpin rapat dalam arahannya.
Berbicara soal sampah ini lanjut Rusmadi intinya adalah menguranginya dan membuat bernilai ekonomi tinggi.
“Sampah ini jangan dijadikan musuh, tapi sebagai kawan,” tegas Rusmadi.
Oleh karena itu menurutnya ini akan diimplementasikan dengan membangun TPS 3R di Samarinda.
“Pengalaman di Surabaya tidak perlu lahan luas. Diatas 3.000 perkan sudah cukup. TPS 3R disini kesannya bukan tempat sampah apalagi sampah ada bau, jadi tempat bermain anak, tempat kreativitas anak muda kreatif dan menjadi industri kreatif. Kita akan buat TPS 3R yang bukan tempat sampah,” tandasnya.
Nanti lanjut Rusmadi tidak perlu lagi sampah masuk ke TPA. Karena sampah di TPS 3R akan dibuat bernilai ekonomis sebagai penghasilan tambahan bagi petugas harian di TPS 3R disamping juga mendapat gaji harian.
Rusmadi mengatakan ada 3 titik yang telah disiapkan, yakni di kecamatan Sungai Pinang posisi di kelurahan Gunung Lingai dan kelurahan Mugirejo serta di kecamatan Samarinda Utara satu lokasi dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanah Merah.
“Nanti langsung ditinjau oleh konsultan yang mana dulu kita persiapkan untuk dibangun TPS 3R. Satu dulu untuk pilot project. Sebelum 100 hari kerja kita sudah bisa tetapkan 1 titik pilot project ini,” ucap Rusmadi.
Juned dari konsultan menyampaikan untuk di Surabaya tepatnya di kelurahan Jambangan dan Keputih dibangun sejak tahun 2014.
“Untuk petugasnya minimal 15 orang tiap TPS. Tiap TPS berbeda-beda kebutuhannya,” ungkap Juned.
Berbicara anggaran, menurut Juned untuk fisiknya memerlukan dana hingga Rp 2,5 miliar dan peralatan Rp 1,5 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani siap mengawal program ini sebagai upaya untuk mengurangi masalah persampahan.
“Fokusnya pengurangan sampah. Target kita mengurangi timbulan dan hal-hal negatif di TPA dengan pendauran ulang sampah dan pemanfaatam kembali sampah. Intinya mengurangi beban TPA (tempat pembuangan akhir) bukan menghabiskan sampah serta presentasi di rumah tangga juga menipis,” katanya.(dho)

Bagikan:

Related posts