Kapolsek Muara Muntai AKP Basuki, S.Sos bersama Camat Muara Muntai Murjani SP beserta staf Kecamatan Muara Muntai sedang di TKP, guna melihat kondisi rumah warga terdampak bencana alam, Rabu (23/3/2022).
Ini Pesan Kapolsek Muara Muntai !
KUTAI KARTANEGARA, Swarakaltim.com – Hujan deras yang disertai angin kencang, telah membuat 1 Unit rumah apung (rakit) roboh milik salah satu warga Desa Tanjung Batuw Harapan RT 003 Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal ini, disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Muara Muntai Ajun Komisaris Polisi (AKP) Basuki, S.Sos melalui pesan WhatsApp (aplikasi medsos) ke Media Swarakaltim menjelaskan bahwa berawal informasi pada Hari Rabu 23 Maret 2022 sekitar jam 13.00 wita dari Kepala Desa Tanjung Batuw Harapan Abdul Hamdi Noor , bahwa telah terjadi bencana alam yakni hujan deras yang disertai angin kencang sehingga rumah apung roboh dan tidak bisa untuk di tinggali.
“Usai menerima laporan warga, Kami (Polsek Kecamatan Muara Muntai) bersama Camat Murjani SP dengan didampingi Staf segera menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pendataan,” lanjutnya, Rabu (23/3/2022) malam.

Menurut saksi kejadian tersebut, pada kejadian tersebut di hari Senin tanggal 21 Maret 2022 sekitar pukul 22.30 wita lalu, telah terjadi hujan deras disertai angin kencang yg mengakibatkan satu (1) buah rumah rakit (rumah apung) roboh dan 9 buah keramba milik masyarakat setempat tenggelam,” ucapnya.
“Saat hujan deras disertai angin kencang sehingga pada waktu itu, membuat penghuni rumah milik Thamrin bersama istri dan dua anaknya keluar dari rumahnya dengan menggunakan perahu ces untuk menepi menuju daratan dan numpang di tempat keluarganya yang berjarak kurang lebih 5 KM,” ujarnya.
“Dan keesokan harinya (red, Selasa 22/3/2022), sang pemilik rumah (Thamrin) bermaksud untuk kembali kerumahnya, namun sesampainya di rumahnya, kondisi sudah dalam keadaan roboh dan tenggelam, hanya tersisa batang kayu serta bambu yang disusun untuk penahan rumah apung ini,” jelasnya.
“Setelah melihat kondisi rumahnya, ia langsung membenahi barang yang tersisa untuk diamankan di darat dirumah keluarganya,” katanya.
“Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa, hanya korban material seperti barang milik Thamrin serta 9 keramba ikan dan isinya milik warga lainnya yang hancur, dan kerugian tersebut diperkirakan sekitar Rp. 160.000.000 (Seratus enam puluh juta rupiah),” terangnya.
Atas kejadian ini, Kapolsek Muara Muntai AKP Basuki, S.Sos menghimbau kepada warga masyarakat Kecamatan Muara Muntai khususnya, agar tetap bersama dalam menjaga HARKAMTIBMAS (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) tetap waspada dan cepat tanggap dengann cuaca di 2 bulan terakhir ini.
“Karena diperkirakan kondisi alam cukup ekstrem selain banjir juga hujan yang disertai angin dan petir, jika ada gejala alam yang membahayakan, maka segera mencari tempat yang aman, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pesannya.
“Diluar dari antisipasi cuaca ekstrem agar tetap mematuhi aturan pemerintah dalam menjaga protokol kesehatan (prokes), guna mencegah penyebaran Covid-19,” sambungnya.
“Dan semoga di menjelang bulan suci ramadhan nanti dari pandemi berubah menjadi endemi, dan tentunya wajib menjaga kondusifitas dilingkungan tempat tinggal masing-masing,” pungkasnya. (AI)