Diskominfo Kaltim Targetkan Seluruh Desa Teraliri Internet dengan Skema Fiber Optik hingga Satelit

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mengupayakan pemerataan akses internet di seluruh desa. Program ini menjadi bagian dari layanan unggulan Gratispol, khususnya Wifi Gratis.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan, pihaknya menargetkan 841 desa di Kaltim dapat menikmati jaringan internet.

“Di Provinsi Kaltim terdapat sebanyak 841 desa, berdasarkan hasil koordinasi dengan pimpinan ditargetkan semua desa itu nantinya harus memiliki akses internet,” ujarnya, Jumat (29/8).

Menurut Faisal, tahap awal pemerataan internet akan dipasang pada satu titik di setiap desa, dengan prioritas pada pelayanan publik di kantor desa.

“Jadi nanti di kantor desa kita pasangkan untuk proses pengadaan internetnya supaya jalan, kemudian biayanya ditanggung selama lima tahun ke depan,” ucapnya.

Ia menambahkan, kapasitas jaringan yang disiapkan bisa mencapai 100 Mbps sehingga dapat dimanfaatkan oleh fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan puskesmas dalam satu kawasan. Saat ini, sudah ada 441 desa yang terlayani, sementara 400 desa lainnya masih dalam proses pemasangan.

“Sedangkan 400 desa lainnya masih dalam proses pemasangan, sehingga masih tersisa 48 persen yang belum,” sebutnya.

Faisal menyebutkan, dalam penyediaan jaringan internet pihaknya bekerja sama dengan empat provider, yaitu Telkom, Telkomsel, Iconplus, dan Comtelindo. Prioritas pemasangan menggunakan fiber optik, tetapi jika terkendala maka alternatifnya melalui wireless dengan menara BTS.

“Tetapi jika ternyata pemasangan dengan fiber optik ini terkendala, maka prioritas kedua dengan menggunakan sistem wireless menara BTS (Base Transceiver Station),” katanya.

Jika kedua opsi tersebut tidak memungkinkan, maka jalur satelit menjadi pilihan terakhir. Kendati demikian, Faisal mengakui pemasangan jaringan internet tidak lepas dari hambatan, terutama ketersediaan listrik.

“Oleh sebab itu untuk mengantisipasi ketiadaan listrik ke depan akan kita adakan panel surya supaya bisa memenuhi kebutuhan listriknya,” jelasnya.

Pemprov Kaltim juga telah menyiapkan anggaran untuk mendukung program ini. Melalui APBD murni dialokasikan sebesar Rp12 miliar, ditambah Rp1,5 miliar dari APBD perubahan.

“Anggaran ini sudah mampu meng-cover seluruh pemasangan jaringan internet di desa, apalagi saat ini masih on progres,” terang Faisal.

Ia menekankan, target utama program ini adalah pemerataan akses digital agar dapat menunjang pelayanan publik di tingkat desa. Selain itu, keberadaan internet diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Faisal menambahkan, kehadiran jaringan internet di desa tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem pemerintahan berbasis digital. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kaltim dalam memperluas akses teknologi informasi hingga ke pelosok.

“Harapannya fasilitas ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, dan juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024