BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Suasana Natal tak selalu dirayakan dengan gemerlap lampu dan hiruk pikuk perayaan. Di sebuah sudut Kota Samarinda, tepatnya di Joint Adulam Ministry, makna Natal justru hadir dalam bentuk yang lebih sederhana namun menghangatkan hati: perhatian, kehadiran, dan kepedulian.
Pada Rabu (24/12/2025), tim Four Points by Sheraton Balikpapan menyambangi pusat rehabilitasi bagi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) tersebut. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, mereka datang membawa waktu, empati, dan semangat kebersamaan—sesuatu yang kerap lebih berharga daripada materi itu sendiri .
Di ruang sederhana itu, cerita-cerita mengalir tanpa sekat. Ada senyum yang semula ragu lalu perlahan merekah, ada mata yang berbinar saat sapaan hangat terucap. Tim Four Points duduk berdampingan dengan para penghuni, berbagi kisah, doa, dan semangat Natal. Momen kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa setiap manusia, dalam kondisi apa pun, tetap berhak untuk diperhatikan dan dihargai.
General Manager Four Points by Sheraton Balikpapan, Andyasoka Pradana Putra, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari keyakinan sederhana: Natal adalah tentang berbagi kasih dan menumbuhkan harapan. “Kami ingin menghadirkan makna Natal yang sesungguhnya—menyentuh hati mereka yang sering kali terpinggirkan dan menghadirkan harapan baru,” ujarnya .
Bagi pengurus Joint Adulam Ministry, kehadiran langsung para donatur membawa dampak yang nyata. Rina, salah satu pengurus, menyebut interaksi langsung memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis para penghuni. “Ketika mereka merasa diperhatikan, ada dorongan semangat yang luar biasa. Dukungan moril seperti ini sangat membantu proses pemulihan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca .
Kegiatan sosial ini menjadi cermin komitmen Four Points by Sheraton Balikpapan bahwa kepedulian bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun hubungan kemanusiaan. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, perhatian kecil yang tulus mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan orang lain.
Natal pun menemukan maknanya kembali—bukan dalam kemewahan, melainkan dalam kehadiran yang menguatkan dan kasih yang dibagikan dengan sepenuh hati.(dho)