Pentingnya Partisipasi Masyarakat, Agar Kebijakan Tidak Sepihak
BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. H. La Ode Nasir,SE Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Komisi I Fraksi PKS Dapil 2 Kota Balikpapan melakukan Penguatan Demokrasi Daerah ke 1 di awal Tahun 2026 mengambil tema “Partisipasi Publik Dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Yang Demokratis” di Kantor Sekretariat Halte sedekah LNC (La Ode Nasir Center) Jl. dr. Sutomo Kelurahan Karang Rejo Kelurahan, Kecamatan Balikpapan Tengah Provinsi Kaltim Rabu,(21/1/’26) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah masyarakat umum, dan komunitas Halte sedekah sahabat La Ode Nasir Center (LNC) dari wilayah Kecamatan Balikpapan Tengah dan lainnya. Selain itu Anggota DPRD Balikpapan Hj. Iim Rahman Komisi IV pasangan suami istri yang setiap mendampingi suaminya H. La Ode Nasir. Serta Budi, S. Pdi Lurah Karang Rejo dan dua nara sumber pemateri Hasan nasir, S. SI, S. PDi dan Nur Toha, S. Pd, S.H
Pelaksanaan kegiatan dipandu moderator Mega Farianny Ferry Mantan Komisioner KPU Kota Balikpapan. Acara di awali dengan pembacaan doa oleh Ustadz Rachmat.
H.La Ode Nasir dalam sambutan menegaskan, melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) pemahaman masyarakat akan pentingnya partisipasi Publik Dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Yang Demokratis sangat diperlukan.
“Berkaitan itu kami menghadirkan para nara sumber yang sudah senior berpengalaman pengabdian nya di lingkungan swasta, pemerintahan dan legislatif, agar dapat berbagi ilmu dan pengetahuan nya soal perkembangan Demokrasi untuk masyarakat,” ujar H. La Ode Nasir.
Selanjutnya La Ode Nasir kepada masyarakat sedikit menyampaikan apa pengertian dan makna partisipasi publik. Serta berbagai bentuk partisipasi publik dan dasar hukum serta upaya dari pemerintah pusat dan daerah Provinsi Kalimantan Timur.
“Hal ini sangat penting disampaikan agar kehidupan demokrasi di Kaltim dapat berjalan sesuai kaidah-kaidah yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” ucap La Ode Nasir.
Selain itu juga upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap sistem, etika dan budaya politik di Indonesia dalam rangka mewujudkan kehidupan demokrasi di Kaltim.
Sementara itu Nara sumber
Hasan nasir, S. SI, S. PDi
menyampaikan tentang pentingnya partisipasi publik demi menjaga kebijakan yang berdasarkan pada keinginan atau kebutuhan atau kepentingan masyarakat. Sehingga ada keseimbangan dari pihak Pimpinan, memberikan apresiasi sekaligus mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat banyak.
Selain itu diharapkan peran masyarakat melalui RT pada tingkatan pemerintahan yang paling bawah. Yaitu adanya laporan aktip memperhatikan segala usulan masyarakat yang benar-benar di laksanakan sesuai dengan keinginan masyarakat di lingkungan nya.
Hasan Nasir juga menegaskan, di Pemerintah Demokrasi saat ini yang menjadi kendala terkait rendahnya pendidikan atau pengetahuan. Diharapkan sebagai masyarakat kita terhadap kepemimpinan itu mengerti dan memiliki kualitas yang seimbang.
“Kalau Kualitas pemimpinnya itu bagus, rakyat akan merekam dan akan percaya. Nilai nya dihadapan rakyat tinggi. Namun bisa juga anjlok karena kesalahan sendiri. Untuk itu partisipasi masyarakat mencegah penyalah gunaan wewenang,” katanya dan Hasan Nasir menambahkan jangan dikira anggota Dewan yg ada dikota, Kabupaten itu ahli-ahli begitu juga Kepala-kepala Dinas.
Sedang Nara sumber kedua Nur Toha, S. Pd, S. H menyampaikan pentingnya Demokrasi. Ia mengawali pemaparan nya dengan menyampaikan istilah yang lagi ramai saat ini di publik terkait pemilihan Gubernur dan Walikota, Bupati yang rencananya tidak lagi dipilih langsung oleh masyarakat.
Nur toha Ketua KPUD dua periode ini panjang lebar menyampaikan pengalaman memimpin pelaksanaan tugas dan tanggungjawab nya sebagai penyelenggara pemilu.
Terkait rencana Pilkada akan di pilih DPRD, Toha memberikan pemaparan pajang lebar terkait manfaat positif dan negatif di tatanan masyarakat dan elit politik.
Saat ini yang diperlukan dalam Demokrasi adalah kecerdasan masyarakat dalam hal memilih mencari pemimpin. “Mana besar manfaatnya Pilkada dipilih rakyat langsung, masyarakat bisa membayangkan sendiri jika Gubernur, Walikota, Bupati di pilih oleh anggota DPRD,”ujar Nur Toha.
Sebelum kegiatan berakhir dilakukan sesi tanya jawab dan berbagi souvenir bagi peserta yang bertanya dan dapat menjawab pertanyaan dari nara sumber. Hal ini sebagai rasa terima kasih pada para peserta yang telah bersinergi hadir dan memberikan respon atas materi yang disampaikan oleh para narasumber. SIS)