SAMARINDA, Swarakltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa mahasiswa kelas eksekutif tidak termasuk dalam penerima manfaat Program Pendidikan Gratispol. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga pemerataan akses pendidikan dan konsistensi skema bantuan pemerintah.
Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan bahwa skema Gratispol dirancang mengikuti pola beasiswa nasional seperti LPDP. Menurutnya, kelas eksekutif memiliki mekanisme khusus yang berpotensi menimbulkan ketimpangan jika dibiayai pemerintah.
“Pada kelas eksekutif, dosen dapat dipilih, waktu perkuliahan diatur secara khusus, dan terdapat keistimewaan berdasarkan perjanjian antara mahasiswa dan kampus. Sementara Gratispol mengambil skema yang umum dan berlaku untuk semua, yaitu kelas reguler,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pada kelas reguler, mahasiswa diperlakukan setara tanpa pengaturan khusus yang bersifat individual. Prinsip inilah yang menjadi dasar utama perumusan Gratispol.
Selain itu, Dasmiah menyebut kebijakan tersebut disusun melalui berbagai pertimbangan, mulai dari regulasi nasional, konsultasi dengan kementerian, hingga kesiapan anggaran daerah agar program dapat menjangkau jumlah mahasiswa yang luas.
Meski demikian, Pemprov Kaltim tidak membatasi perguruan tinggi dalam membuka kelas eksekutif. Skema tersebut tetap dianggap relevan bagi segmen mahasiswa tertentu dengan kebutuhan khusus.
“Misalnya pejabat atau pekerja dengan waktu terbatas, mereka hanya bisa kuliah di hari tertentu seperti akhir pekan. Karena kampus menyesuaikan jadwal dengan kebutuhan mahasiswa, maka biayanya pun lebih tinggi dibandingkan kelas reguler,” pungkasnya.
Pada tahun ini, Pemprov Kaltim justru menambah cakupan penerima Gratispol, khususnya bagi mahasiswa semester dua ke atas pada jenjang S1 hingga S3, baik yang menempuh pendidikan di Kaltim maupun di luar daerah.
“Tahun ini kita anggarkan 1,3 Triliun untuk program Gratispol ini, kemudian juga target kita mencapai ratusan ribu mahasiswa yang bisa menerima bantuan pendidikan ini,” tutupnya.(DHV)