BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.
H. La Ode Nasir,SE lAnggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Komisi I Fraksi PKS Dapil 2 Kota Balikpapan mendorong semangat warga masyarakat untuk jangan ragu dan takut untuk melaporkan terhadap siapa pun yang telah melakukan penyalahgunaan Narkotika kepada BNN (Badan Narkotika Nasional)
Nasir menegaskan, BNN merupakan Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK) Indonesia yang bertugas melaksanakan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) serta prekursor narkotika.
Disisi lain H. La Ode Nasir didampingi Hj.Iim Rahman pasangan suami istri yang juga Anggota DPRD Kota Balikpapan Komisi IV Fraksi PKS mengingatkan dengan marak nya modus-modus peredaran barang haram Narkoba. Lingkungan keluarga harus pula dibangun dengan semangat kebersamaan yang tanggung.
Disamping itu dibutuhkan Partisipasi Masyarakat memberikan dukungan bagi saudara kita yang telah menjadi korban Narkoba dan sudah di rehabilitasi. Serta keterlibatan perlu nya juga dukungan dunia wajib usaha untuk melaksanakan CSR mereka di bidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Hal ini diungkapkan H. La Ode Nasir SE dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda)
Kalimantan Timur (Kaltim) no.4 Tahun 2022 tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, prekursor, Narkotika, dan psikotropika yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Halte sedekah LNC (La Ode Nasir Center) Jl. dr. Sutomo Kelurahan Karang Rejo Kelurahan, Kecamatan Balikpapan Tengah Provinsi Kaltim Sabtu,(6/2/’26) siang.
Ia juga menyampaikan sosialisasi Perda Provinsi Kaltim no 4 tersebut adalah sebuah Komitmen Provinsi Kaltim mendukung program, atau gerakan nasional yang terstruktur dan terpadu, yang melibatkan pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), instansi terkait, dan seluruh komponen masyarakat untuk melawan ancaman narkoba.
Dalam kegiatan Sosperda
Kaltim no.4 Tahun 2022 di hadiri Hj. Iim Rahman SHI, S.PD.I
dan dua nara sumber yaitu Noneng Dwi Zanaria S.SI,M.T Dosen Universitas Balikpapan dan Endrik Jatmiko Tokoh Pemuda Balikpapan. Serta dihadirkan juga Ketua RT. 14, Ketua RT. 5 dan sebagian warga nya.
Iim Rahman pada sambutan singkatnya mengajak dan berpesan jaga Keluarga dengan baik. Untuk itu Iim mengajak para peserta senantiasa berbuat kebaikan dan menjalin komunikasi yang positif lewat program La Ode Nasir Center (LNC) yaitu Helte Sedekah dan perlunya ibu-ibu dan anak-anak nya bergabung di wali santri ACN (Aku Cinta Nabi). Di program itu bagaimana kita menyayangi anak-anak kita yang sudah ada nyata didepan mata. Anak-anak ini merupakan investasi utama, masa depan kita. Jaga hati mereka jangan sampai terluka. Disisi lain Do’akan yang baik-baik buat anak-anak Kita, jangan sampai disesali jika mereka sudah tidak ada.
“Mari mulai saat ini kita sama-sama menjaga apa yang sudah Allah SWT berikan, hindar kekecewaan anak kita apalagi sampai menggunakan Narkoba. Semoga Allah SWT kuatkan agar kita dapat merawat amanah yang sudah Allah kasih,” kata Hj. Iim
Sementara, Endrik Jatmiko.S.Sos selaku narasumber pertama menyampaikan seputar kondisi wilayah Indonesia di jadikan target pasar utama peredaran Narkoba. Saat ini narkoba yang lagi tren itu Sabu, dimana peredaran sudah mencapai 87% jalur dari China melalui Malaysia baru ke Indonesia. Jika ditanya kenapa Indonesia jadi target utama kerena konsumsi luar biasa dan harga jual nya juga luar biasa.
” kalau di negara China 1 gram Rp.20 ribu dan di Indonesia 1 gramnya Rp. 1.5 juta. Makanya berbondong-bondong oknum yang berseragam dan tidak berseragam merusak generasi muda,” ujar Jatmiko yang juga wakil bidang keanggotaan di KNPI Balikpapan.
Di Indonesia menurut Jatmiko apa yang tidak ada. Batu Bara, Sawit, Minyak dan lainnya. Pihak-pihak itu punya tujuan, jika generasinya mudah dirusak maka kedepan mudah untuk menguasai negara kita. Generasi kita saat sudah fokus dengan game. Sesuai data Polda Kalimantan Timur (Kaltim) dari 378 kasus di Kaltim, Balikpapan menyumbang 118 kasus narkoba.
“Itu artinya 20-30 % peredaran nya. Kalau dari data BNN Balikpapan nomor 1 dalam penindakan. Balikpapan lagi trend-tte nya penduduk nya sudah mencapai 728 ribu jiwa sekian yang tercatat,” katanya dan untuk narkoba ini tidak ada habisnya dan banyak jenisnya. Untuk sayangi diri dan keluarga jangan sampai terjebak narkoba.
Sedangkan Noneng Dwi Zanaria nara sumber memberikan edukasi apa ini narkoba dan dampak nya saat di konsumsi. Serta dampak ketergantungan terhadap Narkoba.
Sebagai orang tua kita tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dengan fasilitas yang terbaik seperti sandang pangan, papan.
“Kita orang tua berusaha memberikan makan, baju, fasilitas buat anak-anak kita pokok nya yang terbaik. Tapi tidak hanya itu. Disisi lain diperlukan juga ketahanan sosial dan ketahanan psikologi serta kesehatan mental. Jadi kemampuan anggota keluarga untuk mengelola emosi akan menghasilkan konsep diri yang positif,” ujar Noneng.
Perlunya kedekatan sama anak serta membangun komunikasi yang baik, itu akan membangun kepercayaan dan energi emosi yang positif. Menurut Noneng upaya kita bisa menghindari nama nya Narkoba serta pencegahan nya itu dimulai dari ketahanan keluarga.
Kegiatan sosialisasi tersebut diakhir dengan tanya jawab sebagai respon timbal balik yang positif antar peserta dan narasumber. Bagi yang bisa menjawab pertanyaan dari narasumber diberikan sembako sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta. (SIS)