Gencarkan Sosialisasi Terkait Keunggulan Gula Lokal, Celah Hidupkan Cinta Produk Daerah

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Keberadaan gula lokal kalah saing dengan gula rafinasi karena banyak faktor, namun bukan berarti produk tersebut tidak memiliki keunggulan. Oleh sebab itu, agar kualitas gula lokal mendapat kepercayaan konsumen harus gencar dilakukan sosialisasi, khususnya terkait keunggulan prodak local itu. Melalui kegiatan tersebut juga menjadi celah hidupkan kecintaan masyarakat terhadap produk daerah.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Agus Uriansyah dalam obrolan singkat di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, baru baru ini.

“Masukan kami, jika ingin memajukan dan mempromosikan produk unggulan daerah, kualitas harus menjadi faktor pertama yang diperhatikan. Produk itu harus benar-benar memiliki keunggulan, baru bisa bersaing dengan gula rafinasi,” katanya.

Selain kualitas, faktor harga yang terjangkau juga dinilai menjadi penentu. Agus menegaskan bahwa produk lokal akan sulit diterima pasar jika kualitas tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Kondisi ini menyebabkan konsumen cenderung memilih produk luar yang dinilai lebih stabil dari segi mutu.

Lebih lanjut, ia menyoroti rendahnya tingkat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal. Menurutnya, sebelum berbicara promosi ke luar daerah, masyarakat Berau sendiri harus terlebih dahulu percaya dan bangga menggunakan produk daerahnya.

“Masyarakat lokal harus mencintai produk daerahnya dulu. Kalau kita sendiri tidak percaya dan tidak menggunakan, bagaimana mau mempromosikannya ke daerah lain. Makanya Pemerintah daerah melalu Instansi terkait jangan malu malu untuk promosi,” imbuh Agus lagi.

Lanjut Dewan satu satunya asal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di lembaga legeslatif Berau itu, menjelaskan bahwa promosi ke luar daerah baru akan efektif apabila produk tersebut sudah memiliki standar kualitas yang konsisten, harga bersaing, dan dukungan pasar lokal yang kuat. Tanpa itu, promosi justru berisiko membuka kelemahan produk di tengah persaingan yang lebih luas.

Ia pun mendorong Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk lebih serius dalam melakukan pembinaan kualitas produk, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga standar mutu. Langkah ini dinilai penting agar gula lokal Berau tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional.

“Intinya kualitas harus dijaga. Kalau kualitas sudah baik, harga masuk, dan masyarakat sudah mencintai, maka produk kita akan punya nilai jual yang kuat,” pungkasnya menjawab pertanyaan. (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024