Bupati Tekankan Layanan Kesehatan di Kecamatan Gunung Tabur Perlu di Reformasi

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurut Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas, arah kebijakan pembangunan tahun anggaran (TA) 2026 khusus di Kecamatan Gunung Tabur selain memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, yang utama saat ini adalah melakukan pembenahan layanan kesehatan sebagai upaya menjawab tantangan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi, sorotan utama kami di Kecamatan Gunung Tabur pada sektor kesehatan. Pemerintah daerah telah melaksanakan rehabilitasi Puskesmas Gunung Tabur, namun pembenahan fisik tidak maksimal apabila tidak diiringi dengan perbaikan kualitas pelayanan,” ungkap beliau.

Karena itu, Sri Juniarsih secara tegas meminta agar Puskesmas Gunung Tabur memberikan layanan 24 jam tanpa diskriminasi. Bupati mengingatkan agar tidak ada pasien yang ditolak atau mengalami hambatan pelayanan hanya karena persoalan administrasi.

“Pertolongan kemanusiaan harus diutamakan. Administrasi bisa menyusul. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak tertangani karena kelalaian,” pinta Petinggi di Berau itu.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi atas masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di beberapa wilayah. Padahal, keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih di wilayah yang memiliki akses terbatas ke fasilitas kesehatan lanjutan.

“Saya mengharapkan, melalui penguatan sektor produktif dan reformasi layanan kesehatan, Gunung Tabur mampu tumbuh sebagai kawasan yang mandiri secara ekonomi dan responsif dalam pelayanan dasar. Perlu saya garis bawahi, bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan dan keberpihakan nyata kepada Masyarakat,” ujar Bupati lagi.

Penguatan Sektor Produktif Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Masih Bupati, beliau juga menegaskan bahwa Gunung Tabur tidak hanya dikenal sebagai kawasan historis, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar di sektor primer yang harus dikelola secara optimal. Di bidang pertanian, Pemerintah daerah telah merealisasikan pembangunan rumah gilingan padi, jalan usaha tani, serta penyaluran berbagai bantuan sarana produksi seperti alat panen, alat perontok, mesin penggilingan padi, bantuan benih, jagung, bibit ternak sapi, hingga hibah kandang ayam. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat persoalan struktural yang dihadapi petani, mulai dari fluktuasi harga komoditas, distribusi hasil panen yang belum efisien, hingga keterbatasan akses permodalan. Menurutnya, bantuan fisik saja tidak cukup tanpa penguatan manajemen usaha dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan adalah tulang punggung ekonomi masyarakat Gunung Tabur. Bantuan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Di sektor perikanan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sarana budidaya kolam terpal untuk Kampung Merancang Ilir, Melati Jaya, dan Samburakat. Sementara nelayan tangkap di Kampung Hulu, Pulau Besing, Samburakat, hingga Gunung Tabur menerima bantuan mesin ketinting dan perahu guna meningkatkan kapasitas produksi.

Meski demikian, tantangan seperti cuaca, harga hasil tangkapan yang tidak stabil, serta keterbatasan infrastruktur penunjang menjadi perhatian serius Pemerintah daerah. Bupati menekankan perlunya pengelolaan terpadu agar bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada tahap distribusi, tetapi mampu menciptakan dampak ekonomi jangka panjang. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024