BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tingkat I Kaltim. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Rapim Polri di tingkat pusat sekaligus forum strategis untuk memperkuat soliditas dan sinergi antar instansi dalam mendukung program prioritas pemerintah yang di laksanakan di Gedung Mahakam Polda Kaltim di Kota Balikpapan 18-19 Februari 2026.
Rapim dipimpin oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., dan dihadiri Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., didampingi Kapoksahli Brigjen TNI Deni Sukrawan, S.E., M.Si.; Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim yang diwakili Asisten Tindak Pidana Umum Bapak Didik Adyotomo, S.H., M.H, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, S.E., M.E., didampingi Kepala Bappeda Provinsi Kaltim Bapak Muhaimin, S.T., M.T, serta Kepala Badan Kesbangpol Bapak Drs. H. Sufian Agus, M.Si, Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han, para Pejabat Utama Polda Kaltim, Kapolres jajaran, para KBO, serta para Kapolsek jajaran.
Dalam arahannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa Rapim ini dilaksanakan untuk menjabarkan hasil Rapim Polri sebelumnya agar kebijakan pimpinan Polri dalam menindaklanjuti program-program pemerintah dapat tersampaikan secara komprehensif hingga ke tingkat kesatuan terkecil, yakni Polsek. Rapim ini berfungsi sebagai jembatan strategis (cascading kebijakan) dari pusat ke daerah, sekaligus momentum untuk mengubah kebijakan strategis menjadi langkah nyata melalui implementasi yang terukur dan berkelanjutan.
Kapolda menekankan, bahwa keberhasilan kinerja Polda Kaltim dalam mendukung program pemerintah, khususnya mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta ekonomi yang produktif dan inklusif, tidak terlepas dari sinergi lintas sektor. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Polda Kaltim, Kodam VI/Mulawarman, dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Kapolda menggarisbawahi tiga fokus utama dukungan Polri terhadap rencana kerja pemerintah daerah Tahun 2026, yaitu
1. Kedaulatan Pangan – Polri berkomitmen menjaga stabilitas rantai pasok dari hulu hingga hilir. Pengawasan distribusi dan pencegahan praktik spekulasi harga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi inflasi serta menjaga stabilitas sosial.
2. Kedaulatan Energi – Pengamanan objek vital nasional dan daerah serta dukungan terhadap transformasi energi dan iklim investasi yang kondusif menjadi prioritas guna memastikan ketahanan energi berjalan optimal.
3. Ekonomi Produktif dan Inklusif – Polri mendukung terciptanya iklim usaha yang aman dan kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan hingga lapisan masyarakat terbawah, termasuk pelaku UMKM.
Sementara itu, Gubernur Kaltim menyampaikan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama keberhasilan pembangunan. Sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Polri menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas daerah, khususnya Kaltim sebagai mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan kolaborasi yang solid dan semangat kebersamaan, pembangunan daerah diyakini akan berjalan aman, inklusif, dan berkeadilan.
Pangdam VI/Mulawarman turut menegaskan kesiapan TNI untuk terus bersinergi bersama Polri dalam menyukseskan rencana kerja pemerintah Tahun 2026 serta menjaga stabilitas keamanan nasional di wilayah Kaltim.
Melalui Rapim Polri Polda Kaltim Tahun 2026 ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat soliditas internal, serta mempererat sinergi eksternal guna memastikan setiap kebijakan strategis pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.(*/pld)