TANJUNG REDEB, Swarakalrim.com – Mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau, ditandai dengan pelantikan sekaligus pengambilan sumpah di gelar pada Jumat (13/3/2026) bertempat di Ruang Rapat Sangalaki Kantor Bupati, Jl APT Pranoto, Tanjung Redeb merupakan rotasi perdana terbanyak pada gelombang kedua Kepemimpinan Sri Juniarsih Mas sebagai Bupati dan Gamalis selaku Wakil Bupati (Wabup) Bumi Batiwakkal.
Melalui kegiatan itu, Bupati Sri Juniarsih melantik dan mengambil sumpah jabatan 119 ASN yang terdiri dari 53 pejabat administrator dan 66 pejabat pengawas. Momentum itu juga sekaligus menjadi rangkaian penting dalam penataan birokrasi daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan. Karena menurut Petinggi di Kota Sanggam tersebut, dari mutasi ini, celah bagi para ASN untuk tingkatkan profesional kinerja mereka.
“Saya menuntut kinerja terbaik anda semua yang di lantik hari ini. Kita ini seperti ikan dalam akuarium—dipantau terus oleh masyarakat. Ketika kita bekerja asal-asalan, mereka pasti bersuara,” tegas beliau dalam kesempatan tersebut.
Bupati juga menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan individu yang telah melalui proses penilaian objektif dan dinilai layak dipercaya untuk mengemban amanah baru. Oleh sebab itu dirinya menekankan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan komitmen pelayanan publik yang harus dijalankan dengan lebih profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Bupati juga menyoroti tantangan birokrasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Beliau mengingatkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk melemahkan pelayanan publik. Dirinya mencontohkan kondisi serupa yang pernah terjadi pada masa kepemimpinan Bupati sebelumnya yang juga berhasil dilewati dengan kerja keras dan koordinasi yang solid.
“Dalam konteks ini, saya meminta seluruh pejabat untuk segera melakukan penyesuaian di unit kerja masing-masing, memperkuat koordinasi internal, dan memastikan pelayanan publik tetap cepat, optimal, dan responsif. Saya tekankan lagi, bahwa sistem kerja Work From Home (WFH) yang akan dijalankan pada Senin mendatang tidak berarti libur total. ASN tetap wajib bekerja, berkoordinasi, dan memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Bupati.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan kritik tegas terkait perilaku ASN yang selama ini masih ditemukan tidak menjalankan fungsi secara maksimal. Ia menyebut beberapa contoh seperti ASN yang sulit dihubungi, jarang turun ke lapangan, nongkrong di kafe saat jam kerja, atau menghindari tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
“Kalau tidak bisa bekerja dengan maksimal, lebih baik mengundurkan diri saja daripada menjadi ASN tapi tidak menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Sri Juniarsih lagi.
Karena itu, Bupati kembali mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan hanya disaksikan oleh manusia, tetapi oleh malaikat dan Allah SWT. Makanya harap seluruh pejabat yang dilantik menjaga amanah dengan integritas tinggi, menjalankan tugas secara maksimal, dan memastikan seluruh program di bawah tanggung jawab masing-masing benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan pelantikan ini, kami menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel, inovatif, dan berintegritas sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik di seluruh sektor,” papar Orang nomor satu di Berau itu. (Nht/Bin)