Pakai Baju Tapi Tidak Bercelana”, Tausiyah Ramadan Warnai Buka Bersama Perumdam dan Awak Media

SAMARINDA, Swarakaltim.com — Senja Ramadan perlahan turun di Kota Tepian. Dari ketinggian lantai 9 FIVE Premiere Hotel Samarinda, panorama kota terlihat samar di balik jendela kaca. Di ruangan itulah para jurnalis dan jajaran manajemen Perumdam Tirta Kencana Samarinda berkumpul, Jumat (13/3/2026), dalam suasana hangat yang jauh dari kesan formal.

Gelak tawa dan percakapan ringan terdengar sejak awal acara. Wartawan dari berbagai media duduk berdampingan dengan manajemen perusahaan air minum daerah tersebut. Buka puasa bersama yang digelar di lantai 9 hotel itu bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antara perusahaan daerah dan insan pers.

Manager Hubungan Langganan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Iwan Yusliansyah, menyampaikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama ini berperan aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Media merupakan salah satu ujung tombak kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu kami selalu berupaya menjaga hubungan yang baik dengan rekan-rekan media,” ujar Iwan didampingi Khaidir Fadly, Asisten Manajer Humas dan Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana.

Menurut Iwan, media memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan pelayanan publik dan masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, berbagai informasi mengenai pelayanan air bersih dapat tersampaikan secara luas kepada warga Samarinda.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana ruangan berubah lebih khidmat ketika tausiyah dimulai. Guru Hamid menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan sekaligus menggugah kesadaran para hadirin tentang pentingnya menjaga kualitas ibadah di bulan suci Ramadan.

Dalam salah satu penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak dapat dipisahkan dari kewajiban salat.

“Orang yang berpuasa tapi tidak salat itu seperti orang memakai baju tetapi tidak memakai celana,” ujarnya, disambut senyum dan anggukan para hadirin.

Melalui perumpamaan sederhana itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah secara menyeluruh—tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga salat, memperkuat keimanan, serta mempererat silaturahmi.

Tak lama kemudian, azan magrib berkumandang. Percakapan sejenak berhenti, digantikan doa dan senyum yang mengiringi tegukan pertama air berbuka. Hidangan pun tersaji, sementara diskusi ringan kembali mengalir di antara meja-meja makan.

Di sela santap malam itu, para jurnalis dan manajemen perusahaan terus berbincang santai—bertukar pandangan, berbagi cerita lapangan, sekaligus mempererat hubungan profesional yang selama ini terjalin.

Melalui kebersamaan sederhana di lantai 9 hotel tersebut, Perumdam Tirta Kencana Samarinda berharap silaturahmi dengan awak media semakin kuat, sehingga kolaborasi dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Samarinda dapat terus terjaga.(dho)

www.swarakaltim.com @2024