Ariefpdah Aida Kuntjoro : APAR Ditempatkan di Setiap RT untuk Cegah Kebakaran

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com.                          Keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RT sangat di perkukan. Hal ini dikarenakan menyusul tingginya risiko kebakaran. Bahkan kejadian kebakaran telah terjadi di kawasan Balikpapan Tengah yang menghanguskan empat rumah dan satu warga mengalami luka bakar di RT 18 Kelurahan Karang Jati, pada Selasa (24/3/2026).

Menurut Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, pihaknya telah mendorong penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk setiap RT di wilayahnya. Hal ini mengingat wilayah Balikpapan Tengah tergolong rawan bencana, khususnya kebakaran dan longsor.

Bahkan peristiwa kebakaran terjadi hampir merata di seluruh kelurahan.
“Kalau jumlah pastinya cukup banyak kejadian kebakaran. Hampir di seluruh kelurahan itu merata karena memang wilayah ini rawan kebakaran dan juga longsor,” ujarnya. Rabu (25/3/2026)

Lanjut Arief, keberadaan kondisi hydrant di sejumlah titik belum sepenuhnya berfungsi dengan baik, sehingga ini menjadi salah satu alasan pihak kecamatan mendorong penyediaan APAR di tingkat RT sebagai langkah penanganan awal saat kebakaran terjadi.

“Ada yang berfungsi, tapi sebagian juga ada yang tidak berfungsi. Untuk jumlah titiknya saya belum tahu pasti. Karena itu, setiap tahun kita upayakan pengadaan APAR untuk RT-RT,” tegasnya.

Arief menjelaskan,pengadaan APAR dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Sebab belum semua RT di Balikpapan Tengah memiliki alat pemadam tersebut, meski pemerintah telah menganggarkan pengadaan untuk seluruh wilayah.

“Sudah dianggarkan agar semua RT memiliki APAR. Tapi karena keterbatasan anggaran, prosesnya dilakukan bertahap. Untuk jumlah RT yang sudah memiliki APAR, kami masih akan cek lagi,” jelasnya.

Arief menambahkan, meski APAR dinilai cukup membantu sebagai penanganan awal, alat tersebut tetap memiliki keterbatasan, terutama jika api sudah membesar dan dipicu oleh angin.
“Kalau APAR itu kan skalanya kecil. Kalau apinya sudah besar dan dibantu angin, tentu sulit dikendalikan,” katanya.

Arief memastikan,
pascakebakaran yang terjadi di Gang Dji Sam Soe RT 18, pihak kecamatan telah mendirikan posko bantuan di Kantor Kelurahan Karang Jati untuk membantu warga terdampak.
“Posko didirikan di kelurahan,” kata salah satu staf Kecamatan Balikpapan Tengah, Hadi.

Arief berharap, agar masyarakat memperhatikan kompor saat ingin bepergian, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (ADV Dsikominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024