BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Program ketahanan pangan yang digencarkan Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata di Kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Utara. Lahan yang sempat terbengkalai ini menjadi sentra produksi pangan sekaligus calon destinasi agrowisata.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melihat perubahan ini sebagai titik balik penting dalam penguatan sektor pertanian di wilayah yang selama ini lebih dikenal sebagai kota jasa dan industri.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menyebut pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama kebangkitan kawasan tersebut. Perbaikan akses jalan, rehabilitasi sawah, hingga pembangunan jaringan irigasi mulai membuka potensi yang sebelumnya terhambat.
“Akses jalan sekarang menuju kawasan persawahan Gunung Binjai sudah baik. Ini hasil intervensi anggaran perubahan, termasuk jalan usaha tani dan irigasi,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada Rabu (8/4/2026)
Sekitar 40 hektare lahan kini kembali produktif dengan tanaman padi, menghadirkan hamparan hijau yang menjadi pemandangan baru di kawasan tersebut. Hasilnya mulai terlihat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas perangkat daerah, termasuk peran Bappeda Kota Balikpapan, dalam mendorong program strategis seperti Jalan Usaha Tani (JUT) dan penguatan infrastruktur pertanian.
Menariknya, kawasan ini tidak hanya diproyeksikan sebagai lumbung pangan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi baru melalui sektor pariwisata. Lanskap persawahan yang mulai tertata dinilai cocok dikembangkan menjadi destinasi agrowisata berbasis alam dan ekonomi kreatif.
“Jalan yang sudah bagus dan hamparan sawah yang hijau, ini sangat potensial jadi destinasi wisata baru di kota balikpapan,” kata Bagus.
Walaupun demikian, pengembangan belum berhenti. Pemkot masih menargetkan optimalisasi hingga 96 hektare lahan. Saat ini, sekitar 58 hektare masih belum tergarap dan memerlukan rehabilitasi sebelum bisa difungsikan sebagai sawah produktif.
Ke depan, pemerintah mendorong penyusunan desain teknis yang lebih komprehensif, termasuk pencetakan sawah baru dan pengembangan jaringan irigasi. Peran Dinas PU bidang sumber daya air juga akan diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik dan perencanaan yang matang, Gunung Binjai tidak hanya diproyeksikan sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian dan pariwisata.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa Balikpapan tak hanya membangun kota, tetapi juga mulai menata masa depan pangan dan ekonomi lokal secara berkelanjutan.(Adv Diskominfo Balikpapan)