Studi Lapangan ke Imigrasi Balikpapan, Peserta PKA LAN RI Dalami Inovasi Pelayanan Publik dan Transformasi Digital

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Kelompok STULA Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Samarinda melaksanakan kunjungan studi lapangan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diikuti 10 peserta tersebut dipimpin H. Muhammad Reza Fahlevi, S.E., M.A.P. dengan pendampingan Dr. Fajar Iswahyudi selaku Widyaswara Ahli Madya Pusjar SKPP LAN RI Samarinda. Kunjungan ini bertujuan memperdalam pemahaman peserta mengenai inovasi pelayanan publik, transformasi digital, serta tata kelola organisasi yang diterapkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima pemaparan dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan Adi Fachmianur, S.H. dan Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikkim) Keneth Rompas mengenai tugas dan fungsi keimigrasian, pengembangan layanan publik, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Adi menjelaskan Kantor Imigrasi memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan keimigrasian, mulai dari penerbitan paspor, pelayanan izin tinggal bagi warga negara asing, pemeriksaan keimigrasian di bandara dan pelabuhan, hingga pengawasan serta penegakan hukum keimigrasian.

Selain fungsi pelayanan, lanjutnya, institusi imigrasi ini juga memiliki fungsi pengawasan dan intelijen keimigrasian dalam menjaga keamanan lalu lintas orang yang keluar dan masuk wilayah Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya mobilitas masyarakat serta tuntutan pelayanan yang semakin cepat dan mudah menjadi tantangan tersendiri bagi instansi pemerintah untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

Karena itu, sambungnya, penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Saat ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan melayani rata-rata sekitar 50-70 permohonan paspor setiap hari. Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat, berbagai terobosan dilakukan, mulai dari pengaturan kuota layanan, percepatan proses pelayanan, hingga pengembangan layanan pada wilayah strategis yang memiliki mobilitas tinggi.

Sementara itu, Keneth Rompas memaparkan berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan sebagai bagian dari transformasi digital layanan publik.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian peserta adalah aplikasi M-Paspor yang memungkinkan masyarakat memilih jadwal kedatangan sesuai kuota yang tersedia. Sistem tersebut membantu mengurangi antrean sekaligus mengatur distribusi pelayanan agar lebih tertib dan efisien.

Selain itu, Kantor Imigrasi Balikpapan juga mengembangkan aplikasi QRC yang berfungsi sebagai sistem pemantauan dan pengelolaan pengaduan masyarakat yang terintegrasi dengan berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, website, dan layanan pengaduan elektronik. Melalui sistem tersebut, proses tindak lanjut laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

Inovasi lainnya berupa WhatsApp Gateway yang dimanfaatkan untuk memberikan notifikasi otomatis kepada pemohon terkait perkembangan proses layanan keimigrasian, termasuk informasi penyelesaian dokumen. Pemanfaatan teknologi ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

Menurut Keneth, hingga saat ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan telah mengembangkan sekitar 30 inovasi yang terdiri atas inovasi berbasis teknologi informasi maupun inovasi tata kelola organisasi.

Dikatakannya, berbagai inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperkuat akuntabilitas, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Peserta studi lapangan juga memperoleh penjelasan mengenai sistem manajemen kinerja organisasi yang diterapkan melalui penyusunan target kinerja tahunan, monitoring berkala, evaluasi berjenjang, serta pelaksanaan Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) sebagai instrumen pengukuran kualitas pelayanan publik.

Materi yang disampaikan turut menyoroti pentingnya standarisasi dan replikasi inovasi. Setiap inovasi yang dikembangkan terlebih dahulu disusun dalam standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, dilengkapi pembagian tugas, indikator kinerja, serta mekanisme monitoring dan evaluasi. Pendekatan tersebut dinilai penting agar inovasi dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di berbagai unit layanan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi mitigasi risiko pelayanan, mulai dari potensi gangguan sistem teknologi informasi, jaringan dan server, hingga penguatan pengawasan internal, kanal pengaduan masyarakat, serta budaya antigratifikasi sebagai bagian dari upaya menjaga integritas organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber turut memaparkan rencana pengembangan dan perluasan layanan keimigrasian pada sejumlah wilayah strategis, termasuk Kabupaten Paser dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan penyangga dan pusat pemerintahan baru.

Ketua Kelompok STULA PKA Angkatan I Pusjar SKPP LAN RI Samarinda, Muhammad Reza menyampaikan studi lapangan tersebut memberikan banyak wawasan dan pembelajaran mengenai implementasi inovasi pelayanan publik yang dapat menjadi referensi dalam mendorong perubahan di lingkungan kerja masing-masing peserta.

Menurutnya, keberhasilan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan dalam mengembangkan berbagai inovasi menunjukkan pentingnya kepemimpinan, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan studi lapangan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi sehingga tercipta pelayanan publik yang semakin efektif, responsif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan studi lapangan tersebut berlangsung dengan pendampingan Dr. Fajar Iswahyudi, Widyaswara Ahli Madya Pusjar SKPP LAN Samarinda, sebagai bagian dari proses pembelajaran peserta PKA dalam mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi dan dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di instansi masing-masing.

Rombongan Kelompok STULA PKA Angkatan I Pusjar SKPP LAN RI Samarinda yang mengikuti studi lapangan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan terdiri atas H. Muhammad Reza Fahlevi, S.E., M.A.P. selaku ketua kelompok, bersama Ahmad Supriyadi, S.Sos., M.M.; Bagus Eko Sampurno, S.St.Pi.; Dhanny Rakhmadi, S.H.; Evi Violindha, S.E.; Rita, S.Sos.; Rika Handayani, S.STP.; Santi Effendi, S.E.; Sulhendi, S.E., M.Si.; dan Yuliani, S.IP.(dho)

www.swarakaltim.com @2024