Neni Ajak HIPMI Bontang Perluas Pasar dan Naikkan Kelas UMKM

BONTANG, Swarakaltim.com – Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bontang mengambil peran lebih besar dalam membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya.

Menurut Neni, HIPMI perlu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, Bontang menghadapi proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2027.

“HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Neni.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bontang pada 2025 berada di kisaran 3,5 persen, sementara tingkat kemiskinan sekitar 3 persen. Kondisi tersebut perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Pemkot Bontang saat ini juga terus mendorong sejumlah program untuk memperkuat pelaku usaha. Di antaranya melalui digitalisasi, penerbitan 20.048 Nomor Induk Berusaha (NIB), pembiayaan tanpa bunga, layanan Online Single Submission (OSS), hingga optimalisasi ekspor.

Selain dukungan bagi pelaku usaha, pemerintah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada sekitar 34 ribu pekerja rentan serta mengalokasikan dukungan pendidikan sebesar Rp10 miliar.

Neni berharap HIPMI dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu UMKM memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

Salah satu langkah yang mendapat respons positif dari pemerintah ialah rencana HIPMI membangun marketplace digital. Menurut Neni, inovasi tersebut dapat menjadi sarana untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM Bontang.

“Ini tentu menjadi hal yang baik. Kita ingin UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu memperluas pasarnya,” pungkasnya.(Adv/rzky)

www.swarakaltim.com @2024