SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi memulai implementasi Program Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 yang ditandai dengan menggelar Kick-Off Meeting di Samarinda, Kamis (1/10/2026). Program berdurasi 36 bulan ini mengucurkan total pendanaan senilai Rp73,2 miliar untuk penguatan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak.
Ketua Tim Pelaksana sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad, menegaskan bahwa porsi terbesar dari total anggaran, yakni sebesar Rp47,1 miliar atau 64,35 persen, dialokasikan langsung untuk kepentingan masyarakat dan perlindungan ekosistem.
“Program ini bukan sekadar tentang melaksanakan kegiatan dan menyerap anggaran. Setiap rupiah harus dapat ditelusuri hubungannya dengan lokasi, penerima manfaat, keluaran, dan hasil yang dicapai. Porsi 64,35 persen untuk masyarakat serta perlindungan hutan dan lahan menunjukkan arah utama program ini,” ujar Ujang Rachmad, Kamis (1/10/2026).
Rincian pemanfaatan anggaran tersebut mencakup Rp32,6 miliar (44,55 persen) untuk penguatan masyarakat di 100 desa dan 172 kelompok penerima manfaat, termasuk Masyarakat Hukum Adat (MHA), Kampung Iklim, kelompok perempuan, dan pemuda. Sementara Rp14,5 miliar (19,80 persen) sisanya disalurkan khusus bagi perlindungan lima ekosistem penting, patroli karhutla, hingga rehabilitasi 45 hektare lahan kritis.
Adapun porsi Rp26,1 miliar (35,65 persen) dialokasikan untuk memperkuat tata kelola REDD+, inventarisasi gas rumah kaca (GRK), keanekaragaman hayati, safeguards, serta operasional program.
Ujang menambahkan, Kaltim juga memastikan pendanaan GCF Output 2 ini berjalan bersinergi dan tidak mengalami tumpang tindih (overlapping) dengan program FCPF Carbon Fund yang sudah berjalan sebelumnya.
“Kami memastikan penggunaan GCF Output 2 dan FCPF Carbon Fund dipetakan secara sungguh-sungguh. Keduanya disinergikan agar tidak ada duplikasi maupun klaim ganda, sehingga setiap sumber pendanaan memperluas manfaat dan memperkuat posisi Kaltim dalam mengakses pembiayaan iklim dunia,” tegas Ujang.(DHV)