BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Kemarau panjang mulai berdampak terhadap pelayanan air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengakui dua dari sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami gangguan akibat menurunnya ketersediaan air baku.
Dua IPA yang terdampak yakni IPA Teritip dan IPA Km 12. Direktur Teknik PTMB M Kohiruddin mengatakan, produksi IPA Teritip yang dalam kondisi normal mencapai 200 hingga 220 liter per detik kini turun menjadi sekitar 100-110 liter per detik. Sementara IPA Km 12 mengalami kondisi lebih berat. Instalasi yang biasanya menghasilkan 80-100 liter per detik tersebut saat ini belum bisa beroperasi secara normal.
“Km 12 yang biasanya sampai 80 atau 100, sekarang mati total dan hanya bisa mungkin beroperasi di sore atau malam hari saja,” kata Kohiruddin. Selasa (8/9/2026)
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap waktu pelayanan air kepada pelanggan di wilayah yang bergantung pada kedua IPA tersebut. PTMB menyampaikan pelayanan tetap berjalan, namun tidak dapat diberikan selama 24 jam seperti kondisi normal.
“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” ujarnya.
Kohiruddin meminta masyarakat memahami kondisi tersebut karena gangguan terjadi akibat kondisi sumber air baku yang terdampak kemarau. Sementara tujuh IPA lainnya masih beroperasi normal. Gangguan yang terjadi hanya bersifat teknis, seperti kebocoran jaringan, dan langsung dilakukan perbaikan. Kemarau Diperkirakan hingga Oktober PTMB juga mulai melakukan langkah antisipasi karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Informasi tersebut diperoleh dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat lalu.
Berdasarkan rapat terakhir di hari Jumat dengan BMKG, di bulan Oktober kemarau itu masih ada,” ungkapnya. Untuk menjaga pasokan air kepada masyarakat, PTMB memperkuat distribusi menggunakan truk tangki. Sebanyak 17 unit truk tangki disiapkan dan disebar ke tiga titik pelayanan. Setiap truk memiliki kapasitas 5.000 liter atau 5 meter kubik. Satu unit truk dapat melakukan hingga lima kali pengiriman dalam sehari, tergantung jarak dan akses menuju lokasi. Namun, tingginya permintaan membuat pengiriman air tangki tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat.
“Permintaannya cukup tinggi. Mengingat hampir dua bulan ini tidak ada hujan, jadi memang masyarakat sangat bergantung sekali dengan air tangki seperti itu,” katanya. Pelanggan Dapat Subsidi Rp200 Ribu PTMB memberikan subsidi bagi pelanggan yang mendapatkan pasokan air melalui truk tangki. Berdasarkan Peraturan Wali Kota Balikpapan tahun 2014, pelanggan hanya membayar Rp50.000 untuk satu tangki berkapasitas 5.000 liter.
Padahal, biaya transportasi yang dikeluarkan PTMB mencapai sekitar Rp250.000 per tangki. Dengan demikian, terdapat subsidi sekitar Rp200.000 yang ditanggung PTMB untuk setiap pengiriman kepada pelanggan. “Satu tangki ada 5.000 liter atau 5 kubik. Kalau biaya berdasarkan Perwali tahun 2014, satu tangki itu Rp50.000 untuk pelanggan. Sebenarnya kami membayar ongkos transportasinya Rp250.000. Jadi ada Rp200.000 yang kami subsidi untuk pelanggan,” jelas Kohiruddin. Menurutnya, subsidi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan agar pelanggan tetap memperoleh air bersih selama musim kemarau. “Ini sebagai tanggung jawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan,” pungkasnya.(*/pr)