Tinjau Karhutla di Betapus, Saefuddin Zuhri Minta OPD Gercep Pompa Air Karang Mumus Selamatkan 48 Hektare Sawah

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Betapus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Senin (7/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat pasca bencana serta pencegahan dampak kemarau panjang terhadap lahan pertanian warga.

Dalam tinjauan tersebut, Saefuddin menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Kota Samarinda untuk segera memompa air dari anak Sungai Karang Mumus guna mengairi retakan tanah dan saluran irigasi pertanian di Betapus.

“Kondisi tanah kita sudah pecah-pecah akibat kemarau. Saya minta BPBD dan Ketapang Tani segera menyuplai air dari anak Sungai Karang Mumus ke saluran ini. Kita harus selamatkan sekitar 48 hektare lahan pertanian sawah warga agar tidak puso dan tetap bisa dipanen,” tegas Saefuddin Zuhri.

Saefuddin turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan mulai dari BPBD, Damkar, Dinas PUPR, PDAM, hingga para relawan yang bergerak cepat mengisolasi pergerakan api sehingga tidak merembet ke pemukiman penduduk. Ia juga mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Atas nama Pemkot Samarinda, saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan dan seluruh OPD terkait. Saya juga mengimbau masyarakat, tolong jangan membakar lahan saat ini, walaupun lahan sendiri. Kalau angin kencang, api tidak terkendali dan merembet ke mana-mana. Saya minta dari RT, Lurah, hingga Camat untuk bersama-sama mengimbau warga,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, membeberkan bahwa karhutla di kawasan Betapus melahap total lahan seluas 20,5 hektare setelah terbakar selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu dan Minggu.

“Hari Sabtu kebakaran mulai pukul 17.00 WITA sampai 03.00 WITA. Hari Minggunya berulang dari pukul 12.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA baru bisa kita padamkan total. Luas area terdampak di dua wilayah ini sekitar 20,5 hektare,” jelas Suwarso.

Suwarso menambahkan, petugas dan relawan di lapangan menghadapi kendala medan yang jauh dari jalan utama, keterbatasan sumber air, serta tiupan angin kencang. Kendati demikian, penyekatan ketat berhasil mencegah api membakar pemukiman warga yang berjarak hanya 50 hingga 100 meter dari lokasi kejadian.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024