Illustrasi
SAMARINDA, Swarakaltim.com – Tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kalimantan Timur (Kaltim) didorong untuk memiliki keahlian khusus dalam melakukan asesmen dan intervensi tumbuh kembang anak. Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi keterlambatan perkembangan fisik, kognitif, maupun perilaku anak sejak dini yang sering kali terlambat terdeteksi.
Kemampuan asesmen yang tepat diperlukan agar stimulasi pendidikan yang diberikan di lembaga PAUD tidak disyaratkan secara seragam, melainkan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan individu setiap anak, termasuk anak yang membutuhkan penanganan khusus.
Andi Srianti Ishak, Ketua Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kaltim, menegaskan pola pendampingan anak usia dini tidak lagi bisa menggunakan metode lama yang mensyaratkan target sama untuk semua peserta didik.
“Setiap anak memiliki karakteristik, potensi, dan kebutuhan perkembangan yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan kemampuan melakukan asesmen secara tepat agar stimulasi dan intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing anak,” ujar Andi Srianti, Sabtu (17/10-2026).
Andi Srianti menyoroti pentingnya tindak lanjut nyata di ruang-ruang kelas setelah para pendidik mendapatkan pembekalan teori. Tanpa adanya implementasi asesmen terstruktur di tingkat sekolah, potensi gangguan tumbuh kembang anak berisiko terabaikan hingga jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami ingin ilmu ini dapat diimplementasikan di lapangan. Dengan pemahaman yang baik mengenai asesmen dan intervensi, kita dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya,” terangnya.
Selain peningkatan kompetensi guru, PP PAUD Kaltim juga mendorong adanya keterlibatan aktif dan sinergi bersama antara pengelola lembaga, orang tua, dan pemerintah daerah untuk mewujudkan layanan PAUD yang inklusif.
“Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak. Kita berharap kapasitas peserta semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan pendidikan dan pendampingan yang berkualitas, inklusif, serta berorientasi pada kebutuhan anak,” pungkasnya.(DHV)