Tembus Rp13,44 Miliar, Ekspor Kepiting Hidup Kaltim Kuasai Pasar Pasar China hingga Singapura

Ilustrasi

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sektor perikanan tangkap dan budidaya pesisir Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan taji di pasar internasional. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat komoditas kepiting hidup menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi daerah, dengan nilai ekspor menembus Rp13,44 miliar hanya dalam tempo satu bulan sepanjang September 2026.

Capaian tersebut diraih melalui pengiriman volume kepiting hidup sebanyak 85,86 ton yang diserap secara stabil oleh tiga negara tujuan utama, yakni China, Malaysia, dan Singapura.

Irma Listiawati, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, mengungkapkan kepiting hidup asal perairan pesisir Kaltim memiliki daya saing tinggi yang menempatkannya tepat di bawah udang windu beku sebagai komoditas ekspor unggulan.

“Permintaan pasar internasional terhadap produk kepiting hidup asal perairan pesisir Kalimantan Timur tercatat sangat tinggi dan stabil,” ujar Irma, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP) Balikpapan, total akumulasi nilai ekspor hasil perikanan Kaltim pada September 2026 mencapai Rp65,39 miliar dengan total volume pengiriman 360,32 ton.

Komposisi devisa tersebut didominasi oleh udang windu beku senilai Rp35,14 miliar, disusul kepiting hidup Rp13,44 miliar, udang pink beku Rp10,40 miliar, udang putih beku Rp2 miliar, serta bawal segar Rp1,55 miliar dan kerapu segar Rp1,04 miliar.

Guna mempertahankan tren positif dan nilai tambah bagi perekonomian nelayan pesisir, Pemprov Kaltim berkomitmen memperketat standar mutu dan jaminan kebersihan produk perikanan sesuai regulasi pasar global.

“Jaminan mutu dan kebersihan produk menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar global. DKP Kaltim terus berupaya memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk perikanan untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat pesisir,” pungkas Irma.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024