Tuntut Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Pendemo Cecar Gubernur Kaltim Soal Dampak Asap Pemicu ISPA

Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim saat temui langsung massa aksi Gerakan Masyarakat Menggugat

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Gelombang unjuk rasa Gerakan Rakyat Menggugat di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tir (Kaltim) akhirnya direspons langsung oleh jajaran Pemprov Kaltim. Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim turun langsung menemui ratusan massa aksi guna mendengarkan tujuh poin tuntutan, terutama terkait eskalasi krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta polusi asap yang kian memprihatinkan.

Dalam tatap muka terbuka di tengah lingkaran massa aksi, pertentangan argumentasi sempat memanas saat perwakilan mahasiswa membeberkan dampak fatal kabut asap terhadap kesehatan warga.

Angga Wato, Jenderal Lapangan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat menyampaikan secara langsung tujuh poin tuntutan di hadapan Gubernur Kaltim. Ia menyentil keras respons pemerintah daerah yang dinilai defensif dan cenderung menyederhanakan ancaman krisis lingkungan di Kaltim.

“Hari ini kita sama-sama bersolidaritas, ada satu bencana yang hari ini diberikan jawaban melalui pimpinan daerah yang sangat defensif. Narasi bahwa situasi ‘aman saja’ itu tidak membuktikan masyarakat baik-baik saja. Justru semakin parah, Pak. Kita dapat data bahwa di Samarinda sudah teridentifikasi ada korban jiwa, seorang bayi meninggal terkena ISPA. Apakah Karhutla ini benar-benar ancaman eksistensial, atau pemerintah justru membiarkan?” tegas Angga Wato di hadapan Gubernur Kaltim, Rabu (21/10/2026).

Angga Wato menambahkan, dorongan utama massa aksi adalah mendesak Pemprov Kaltim pasang badan ke pemerintah pusat agar musibah Karhutla yang dampaknya meluas hingga luar daerah segera ditetapkan sebagai bencana nasional.

Menjawab cecaran massa aksi di lokasi, Rudy Mas’ud membantah jika pemerintah dianggap tinggal diam atau membiarkan musibah Karhutla meluas tanpa penanganan serius.

Rudy Mas’ud membeberkan jajaran dinas teknis bersama instansi vertikal terus berjuang di lapangan untuk memadamkan titik-titik api yang tersebar di wilayah Kaltim.

“Untuk Karhutla, hari Kamis kemarin Pak Wakil Menteri Dalam Negeri datang ke sini khusus untuk memberikan atensi dan asistensi berkaitan dengan Karhutla. Seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, hingga Manggala Agni yang diperkuat hampir 12.000 personel di 10 kabupaten/kota terus berjibaku memadamkan Karhutla,” kata Rudy Mas’ud di hadapan massa pendemo.

Rudy Mas’ud mengakui upaya pemadaman di lapangan memang belum sepenuhnya tuntas akibat luasnya sebaran lahan yang terbakar serta kendala cuaca ekstrem. Ia meminta dukungan serta pengawasan aktif dari seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat.

Guna menindaklanjuti tuntutan massa aksi terkait penetapan status serta dukungan logistik dari pusat, Gubernur Kaltim berkomitmen untuk membawa langsung suara masyarakat Kaltim ke tingkat kementerian di Jakarta.

“Tolong teman-teman untuk bisa memberikan support-nya dan terus kita kawal bersama-sama. Kami akan datang ke Jakarta bertemu dengan Pak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menyampaikan apa yang menjadi seluruh aspirasi masyarakat Kalimantan Timur ini,” janji Rudy Mas’ud menutup tanggapannya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024