DPRD Dorong Pemkab Berau Untuk Tangkap Peluang Program Beasiswa Gratispol

Sumadi, Petakan kebutuhanya dan Sekolahkan Putra Daerah Kita, Syaratnya Siap Kembali Ke Daerah

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Sampai tahun 2025, kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan dan pendidikan masih menjadi PR berat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Oleh sebab itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bumi Batiwakkal mendorong Pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan SDM di dua sektor penting itu dengan menggandeng program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yakni beasiswa Gratispol.

“Mengacu akan hal itu, kami meyarankan, agar putra daerah yang memperoleh kesempatan ini harus ada perjanjian ikatan agar siap kembali dan bekerja di Berau setelah menyelesaikan pendidikanya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya menyikapiini masih minimnya tenaga kesehatan khususnya di pelosok wilayah Berau seperti Psikiater, Perawat, Dokter Spesialis, Psikolog dan tenaga pengajar,” ungkap Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi dalam obrolan baru baru ini.

Lanjut beliau, masalah pendidikan dan kesehatan itu adalah ujung tombak indicator kesejahteraan rakyat dalam rangka meningkatkan dan menyiapkan sumber daya yang unggul dan mampu bersaing. Bagaimana anak didik dan kesehatan Masyarakat Kota Sanggam bisa terwujud maksimal, jika tenaga yang menggeluti kedua bidang itu selalu kurang, bahkan kosong.

Masih Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga menambahkan, berdasarkan informasi yang DPRD gali dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bahwa saat ini untuk SDM yang memang sangat dibutuhkan itu adalah tenaga psikolog, psikiater, dokter spesialis dan guru sekolah terutama untuk di tempatkan di wilayah terpencil.

“Saat ini lulusan itu menjadi langka di Kabupaten Berau karena sangat dibutuhkan, namun masih kurang dari standar yang seharusnya. Makanya kami menyarakan Pemkab memalui instansi terkait agar menangkap dan berkolaborasi dengan program beasiswa gratispol ini. Cari dan filter putra daerah kita, dengan perjanjian siap kembali kedaerahnya masing masing  untuk mengabdi,“ imbuhnya.

Sumadi juga menegaskan kembali, jika setiap tahun Pemerintah daerah bisa memasukkan putra daerah ke program beasiswa tersebut, maka sekitar 5 tahun mendatang mereka sudah siap terjun ke kampung masing masing untuk mengabdi.

“Kami tidak menyarankan jika kekurangan tenaga ini dengan membuka formasi dari luar daerah, saya takutnya baru bekerja belum lama mereka tidak kerasan dan minta dikembalikan ke daerahnya lagi, inikan tidak solusi jadinya, Makanya program beasiswa putra daerah inilah yang harus kita genjot manfaatnya,“ pungkasnya. (Adv/Nht).

www.swarakaltim.com @2024