Turunnya Kelas RSUD Abdul Rivai, DPRD Sayangkan Pelayanan Kesehatan Turut Merosot

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Kabupaten Berau mengalami turun kelas. Seiring dengan hal tersebut sangat di sayangkan, kenapa masalah pelayanan di rumah sakit (RS) plat merah tersebut turut merosot.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bumi Batiwakkal, Rudi P Mangunsong, di Ruang Rapat Gabungan Komisi lembaga legeslatif Berau, Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb baru baru ini. “RSUD Abdul Rivai sebagai fasilitas kesehatan utama satu-satunya milik daerah seharusnya menunjukkan peningkatan kualitas layanan, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Dirinya juga menilai penurunan kelas RSUD merupakan indikator adanya permasalahan serius dalam manajemen, pelayanan, hingga keseriusan pengelolaan.

“Dalam hidup itu mestinya naik terus. Kalau turun, pasti ada yang salah, apakah karena kurang serius, kurang belajar, atau kurang memperbaiki pelayanan. Turunnya kelas RS abdul Rivai ini harus dipertanyakan,” tegasnya.

Rudi juga menyoroti permasalahan klasik yang berulang setiap tahun, mulai dari pasien yang dirawat hingga 14–15 hari namun akhirnya tetap dirujuk, hingga fasilitas baru seperti Gedung Walet yang menurutnya belum membawa perubahan signifikan terhadap mutu layanan.

“RSUD Abdul Rivai bukan diukur dari seberapa besar gedungnya, tapi seberapa puas masyarakat terhadap pelayanannya. Gedung walet sudah berdiri, tapi masalahnya masih itu-itu saja,” ujar Wakil Rakyat asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Melihat kondisi yang ada, Komisi II meminta Pemerintah daerah, terutama Petinggi di Bumi Batiwakkal, untuk lebih serius mengawal perbaikan sistem pelayanan kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari banyaknya bangunan, tetapi dari kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024