SAMARINDA, Swarakaltim.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Samarinda terus berjalan meski masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Hingga saat ini, jumlah masyarakat yang telah mengikuti program tersebut mencapai sekitar 40 ribu orang atau setara 5–10 persen dari total penduduk Samarinda yang berjumlah sekitar 800 ribu jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG merupakan program baru sehingga target capaian dari Kementerian Kesehatan masih bersifat dinamis dan kerap mengalami perubahan.
“Target dari Kementerian Kesehatan memang belum ditetapkan secara pasti karena ini program baru. Namun dengan pengalaman selama satu tahun, kami terus berupaya meningkatkan pelaksanaannya,” ujar Ismed.
Berdasarkan hasil evaluasi Dinkes Samarinda pada 2026, terdapat dua kendala utama dalam pelaksanaan CKG. Pertama adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan, dan kedua adalah ketersediaan bahan habis pakai.
Ismed menjelaskan, program CKG menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia, sehingga kebutuhan bahan habis pakai menjadi sangat besar dan berpengaruh langsung terhadap kelancaran layanan.
“Tahun lalu sudah dibahas bahwa bahan habis pakai ini rencananya akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Samarinda memastikan tetap berupaya mengoptimalkan program CKG agar cakupan layanan terus meningkat ke depannya.(DHV)